Penyakit asam urat merupakan salah satu penyakit inflamasi sendi yang paling sering ditemukan. Masalah yang muncul pada terapi untuk gout adalah penggunaan obat secara lama dan panjang. Penggunaan jangka panjang NSAID mengakibatkan penurunan mukosa lambung sehingga lebih mudah terjadinya luka pada lambung (gastritis) sedangkan pada kortikosteroid dapat menimbulkan banyak masalah bagi kesehatan. Permasalahan yang dihadapi mitra dengan prevalensi pengidap asam urat sebanyak 20 kasus adalah kurangnya informasi mengenai penggunaan jangka panjang terapi obat kimia dan kurangnya informasi mengenai beberapa tanaman yang bisa dikombinasikan untuk memberikan efek pereda nyeri. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai potensi tanaman obat sebagai terapi komplementer penyakit asam urat sehingga penggunaan kortikosteroid secara terus menerus bisa dikurangi mengingat efek samping yang ditimbulkan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap identifikasi masalah dan pelaksanaan pelatihan. Tahap pelatihan dilakukan dengan demonstrasi dan praktik pembuatan teh celup pereda nyeri berbahan dasar herba krokot, rimpang jahe, dan rimpang kunyit. Hasil kuesioner menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra dalam pembuatan teh celup pereda nyeri, dengan rerata skor sebesar 50,30% menjadi 95,76%. Dengan pengetahuan yang lebih baik, peserta diharapkan dapat membuat sendiri teh celup herbal sebagai terapi komplementer asam urat untuk membantu meringankan gejala yang ditimbulkan asam urat. Selain itu, peserta yang lebih teredukasi dapat menyebarluaskan pengetahuan ini kepada keluarga dan komunitas.
Copyrights © 2026