Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa insiden keselamatan pasien di rumah sakit masih cukup tinggi, dengan kategori insiden terbanyak adalah medication error, pasien jatuh, dan keterlambatan diagnosis. Hal ini memperkuat urgensi penerapan sistem patient safety yang lebih komprehensif dan berkesinambungan. Tujuan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah pengembangan model ronde keperawatan terstruktur berbasis prinsip manajemen keperawatan dengan melakukan coaching dan role play di ruang rawat inap di PKU Muhammadiyah Delanggu. Metode evaluasi menggunakan kuesioner ronde keperawatan. Pada kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini didapatkan hasil sebelum dilakukan coaching dengan pengetahuan kurang sebanyak 9 (30%) orang, cukup sebanyak 16 (53,3%) orang dan baik sebanyak 5 (16,4%) orang. Setelah diberikan coaching tingkat pengetahuan responden menjadi meningkat dengan pengetahuan baik sebanyak 23 (76,7%) orang dan cukup 7 (23,3%). Pelaksanaan role play ronde keperawatan ketepatan pelaksanaan ronde 80-90%. Kesimpulan : hasil setelah dilakukan coaching dapat dilihat pengetahuan responden meningkat dan dapat melakukan role play sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) ronde keperawatan sehingga metode ini dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan responden.
Copyrights © 2026