Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Kerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat Puput Risti Kusumaningrum; Esri Rusminingsih; Roby Noor Jayadi
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1462

Abstract

Peningkatan jumlah kunjungan pasien menyebabkan peningkatan beban kerja perawat, banyaknya tugas tidak sebanding dengan kemampuan maka akan menjadi sumber stres. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap mutu pelayanan yang dilakukan oleh perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan tingkat stres kerja perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 22 orang perawat dengan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data beban kerja perawat dilakukan dengan melakukan observasi Time And Motion Study sedangkan data tingkat stres kerja diambil dengan kuisioner Personal Stres Inventory. Hasil penelitian beban kerja perawat didapatkan data perawat dengan beban kerja sedang sebanyak 8 responden (36,4%), dan beban kerja tinggi sebanyak 8 orang (36,4%), sedangkan tingkat stres kerja perawat didapatkan data perawat dengan stres kerja sedang sebanyak 16 responden (72,7 %). Setelah dilakukan analisa data menggunakan korelasi Spearman Rank didapatkan nilai p value sebesar 0.01 lebih kecil dari 0.05 dengan Correlation Coefficient sebesar 0.536. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Kerja Perawat Di Ruang IGD RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Saran peneliti perlu adanya poliklinik 24 jam sehingga dapat menurunkan beban kerja perawat IGD sehingga tidak mengakibatkan peningkatan tingkat stres kerja pada perawat
Effect of Diabetes Exercise on Depression Score in Type II Diabetes Mellitus Patients Romadhani Tri Purnomo; Puput Risti Kusumaningrum; Fitriana Noor Khayati; H Harjana
Urecol Journal. Part D: Applied Sciences Vol. 1 No. 1 (2021): January - June
Publisher : Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.29 KB) | DOI: 10.53017/ujas.38

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease that occurs when the pancreas is unable to produce enough insulin. Indonesia is the 7th most DM sufferer in the world. Patients when diagnosed with DM experience psychological stress, anxiety because they are no longer like normal people, causing depression. The way to reduce depression is to do physical activity such as gymnastics. The purpose of this study was to determine the effect of diabetic exercise on the reduction of depression scores at Persadia RSI Klaten. This study used a quasy experimental pre post test design with a cross sectional approach. The study population was type II DM patients who joined Persadia Islamic Hospital Klaten. The sampling technique was purposive sampling with a total of 30 respondents. The data collection instrument used the PHQ questionnaire. Bivariate data analysis using the Wilcoxon test. The results of the research on the characteristics of respondents were dominated by women as many as 23 (76.7%). The average age of the respondents was 49 years. The ethnic group is dominated by Javanese as many as 28 (93.3%). Most of the respondents' occupation is Labor 12 (40.0%). The average score for depression before the intervention for diabetic exercise was 7,400 and after the intervention for diabetic exercise decreased to 2.166. The results of the Wilcoxon test showed that there was a significant effect of diabetes exercise on the reduction of depression scores in type II diabetes mellitus patients at Persadia RSI Klaten values ??(p = 0.000, Z = -4.813). Conclusion based on the results of the study, the average depression score in Type II DM patients before diabetes exercise was 7,400. Meanwhile, the average depression score after diabetes exercise was 2.166. The results of statistical tests showed that there was an effect of diabetes exercise on depression scores in Type II DM patients with a p value of 0.000.
GAMBARAN KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI DESA JATINGARANG S Supardi; M Marwanti; Ambar Winarti; Puput Risti Kusumaningrum; Arma Kurnia Putri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.278 KB)

Abstract

Diabetes Militusmerupakan (DM) kumpulanpenyakit metabolic yangdi tandaidenganhiperglikemiakibatkerusakansekresi insulin,ataukeduanya. Diabetes mellitus tipe 2adalahkondisiguladalamdarahdalamtubuhtidakterkontrolakibatgangguansentivitassel pancreas untukmenghasilkan hormone insulinTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gambaran kepatuhandiet pada penderita Diabetes MelitusMetode penelitian ini adalah deskriptif. Jumlah sempel penelitian iniadalah 20 responden. Pengambilan semple dengan teknik totalsampling. Instrument yang digunakan adalah kuisioner.Datadinanalisis menggunakan uji Univariant dalam bentuk prosentase.Hasil penelitian menunjukan bahwa respoden dalam penelitian inimemiliki karakteristik yaitu sebagian besar berumur 60-69tahun(30%). Pendidikan SD (30%) sama dengan pendidikan SMA (30%).Tidak berkerja (40%). Kepatuhan diet penderita diabetes mellitusadalah patuh yaitu 12 responden (60%).Kesimpulan penelitian ini adalah kepatuhan diet pada penderitadiabetes mellitus adalah patuh, didan desa harus meningkatkanpendidikan kesehatan tentang diabetes mellitus dan meningkatkanpengetahuan tentang diet yang baik dan benar untuk penderitadiabetes mellitus.
HUBUNGAN LENGTH OF STAY (LOS) PASIEN DENGAN KEPUASAN PELAYANAN KEPERAWATAN Puput Risti Kusumaningrum; S Supardi; Ambar Winarti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.797 KB)

Abstract

Length of Stay (LOS) pasien menjadi hal yang harus diperhatikan oleh perawat hal ini disebabkan karena pasien sangat mudah mengalami perburukan klinis jika pasien terlalu lama di IGD. Dampak meningkatnya morbiditas dan kematian jika terlalu lama tinggal di IGD. Masalah LOS yang memanjang menunjukkan pelayanan keperawatan di IGD yang belum berhasil dan mengakibatkan kurangnya kepuasan keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Length of Stay (LOS) pasien dengan kepuasan pelayanan keperawatan di IGD RSUP dr. Soerajdi Tirtonegoro Klaten. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien yang mendapatkan perawatan di UGD rerata dalam 3 bulan dengan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 93 responden. Uji statistik yang digunakan spearman rho. Hasil penelitian didapatkan LOS di IGD RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dengan rata-rata 2,03 jam dengan tingkat kepuasan pasien di IGD adalah 57,45 dan termasuk dalam kategori cukup puas sehingga dapat disimpulkan ada hubungan LOS dengan kepuasan pelayanan di IGD RSUP dr. Soeradji Tirtoneoro Klaten.
Analisis Faktor Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja di Instansi Pemerintah Fitriana Noor Khayati; Puput Risti Kusumaningrum
Gaster Vol 17 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1727.409 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v17i2.410

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik yang mengandung semua unsur zat gizi yang dibutuhkan bayi usia 0-6 bulan. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh banyak hal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui determinan yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja. Metodologi: Desain penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia balita dan bekerja di instansi pemerintah Kabupaten Klaten. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling sebanyak 39 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan panduan observasi ruang laktasi. Data dianalisa dengan analisa univariat distribusi frekuensi, analisa bivariat Koefisien kontingensi dan analisa multivariate Regresi Logistik dengan nilai signifikansi 95%. Hasil: Sebagian besar ibu bekerja (58,3%) melakukan praktik pemberian ASI eksklusif. Tidak ada hubungan antara karakter sosiodemografik dengan praktik pemberian ASI eksklusif, faktor pre dan post natal yang mempengaruhi praktik pemberian ASI eksklusif adalah ANC dengan p value 0,012, faktor psikososial yang memiliki hubungan signifikan dengan praktik pemberian ASI antara lain pemberian susu formula di pelayanan kesehatan (p value 0,003), pemberian MPASI saat usia kurang dari  6 bulan (p value 0,032), keyakinan ibu (p value 0,000) serta antenatal care paling besar pengaruhnya terhadap praktik pemberian ASI secara eksklusif. Kesimpulan: Faktor antenatal care paling berpengaruh terhadap praktik pemberian ASI eksklusif.
Korelasi Beban Kerja Mental Terhadap Kecemasan Perawat Selama Merawat Pasien Covid-19 Fitri Suciana; Puput Risti Kusumaningrum; Saifudin Zukhri; Qorry Setyarini
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 4 (2022): 30 November 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikj.v5i4.1814

Abstract

Pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia pada awal tahun 2020. Tenaga medis belumdiberikan vaksin dan belum persiapan secara matang sehingga muncul beban kerjasecara mental pada perawat. Perawat harus menyelesaikan tugas pada waktu tertentuselama merawat pasien Covid-19, hal ini dapat menyebabkan pada kecemasan perawatdalam merawat pasien Covid. Peran tersebut juga dapat berdampak pada beban kerjamental perawat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desainpenelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas dalampenelitian ini adalah beban kerja mental, variabel terikat yaitu kecemasan perawat.Populasi dalam penelitian ini adalah perawat covid-19 berjumlah 29 orang. Tekniksampling penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metodetotal sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 29 responden. Kriteria Inklusi adalahsemua perawat yang bersedia menjadi responden. Setting penelitian karena masih dalampandemi Covid-19 maka kuesioner yang sudah dibagikan dan diisi oleh responden,dikumpulkan ke diklat dan peneliti mengambil kuesioner ke diklat. Instrumen penelitianmenggunakan kuesioner tentang beban kerja mental menggunakan kuesioner NASA-TLX dan kecemasan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).Uji statistik Kendall Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p value = 0,000 berarti pvalue < 0.05 sehingga ada hubungan beban kerja mental terhadap kecemasan perawatdalam merawat pasien Covid-19. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubunganbeban kerja mental terhadap kecemasan perawat merawat pasien Covid-19.Kata kunci: beban kerja, covid-19, tingkat stres kerja perawat
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI PADA BALITA : DESCRIPTION OF MOTHER’S KNOWLEDGE ABOUT NUTRITION IN TOLLS Puput Risti Kusumaningrum; Fitriana Noor Khayati; Dias Arvita
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 10 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.308 KB)

Abstract

Latar Belakang : Balita merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan badan yang pesat, sehingga memerlukan zat-zat gizi yang tinggi dan jumlah relatif besar dalam setiap kilogram badannya. Balita merupakan kelompok umur yang paling sering menderita akibat kekurangan gizi. Kekurangan gizi diakibatkan karena nutrisi yang tidak adekuat dalam lima tahun pertama kehidupan. Salah satu penyebab dari kekurangan gizi yaitu pola pemberian makan yang dilakukan orangtua. Pengetahuan diperlukan untuk dapat memberikan makanan yang adekuat. Tujuan : Untuk mengetahui karakteristik responden dan mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang gizi pada balita Metode : Desain Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang gizi pada balita di Posyandu Permata Kelurahan Blimbing. Teknik pengambilan sampel secara Total Sampling dengan 30 responden, teknik analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang terdari 20 pertanyaan, yang terdapat 13 jawaban benar dan 7 jawaban salah. Hasil : Karakteristik ibu balita menjadi responden dalam penelitian ini rerata usia 33.20 tahun (6,905) dan rerata dalam keluarga mempunyai 1 orang anak (50%). Tingkat pendidikan tertinggi yaitu SMA sebanyak 17 orang (56,7%) dan pekerjaan tertinggi yaitu sebagai ibu rumah tangga sebanyak 13 orang (43,3%). Dan sebagian besar reponden dengan penghasilam <UMR sebanyak 17 orang (56,7%). Hasil dari penelitian ini adalah gambaran pengetahuan yang termasuk kategori baik adalah 18 orang (60%) dan kategori cukup adalah 12 orang (40%). Kesimpulan : Berdasarkan penelitian pengetahuan ibu tentang gizi pada balita sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik yaitu 18 orang (60%).   Background : Toddlers are a group that shows rapid body growth, so they require high nutrients and relatively large amounts in each kilogram of their body. Toodlers are the are group that most often suffers from malnutrition. Malnutrition is caused by inadequate nutrition in the first five years of life. One of the causes of malnutrition is parental feeding patterns. Knowledge is needed to be able to provide adequate food. Objective : To determine the characteristics of respondents and find out the description of mother's knowledge about nutrition in toddlers Method : This research is a descriptive study. This study was conducted to determine the description of mother's knowledge about nutrition in toddlers at Posyandu Permata Kelurahan Blimbing. Total sampling technique with 30 respondents, analytical techniques  data using a frequency distribution.The instrument used in this study is a questionnaire consisting of 20 questions with 13 correct answers and 7 incorrect answers. Results : Characteristics of mothers under five who became respondents in this study the average age was 33.20 years (6,905) and the average in the family had 1 child (50%) The highest education level was 17 people from high school (56,7%) and the highest occupation was as a housewife as many as  13 people (43,3%) And most of the respondents with UMR earning as many as 17 people (56,7%) The results of this study are the description of knowledge that is included in the good category is 18 people (60%) and the sufficient category is 12 people (40%). Conclusion : Based on the research of mother’s knowledge about nutrition in toddlers, most of the respondents have good knowledge, namely 18 (60%)
Effect of Diabetes Exercise on Depression Score in Type II Diabetes Mellitus Patients Romadhani Tri Purnomo; Puput Risti Kusumaningrum; Fitriana Noor Khayati; H Harjana
Urecol Journal. Part D: Applied Sciences Vol. 1 No. 1 (2021): January - June
Publisher : Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53017/ujas.38

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease that occurs when the pancreas is unable to produce enough insulin. Indonesia is the 7th most DM sufferer in the world. Patients when diagnosed with DM experience psychological stress, anxiety because they are no longer like normal people, causing depression. The way to reduce depression is to do physical activity such as gymnastics. The purpose of this study was to determine the effect of diabetic exercise on the reduction of depression scores at Persadia RSI Klaten. This study used a quasy experimental pre post test design with a cross sectional approach. The study population was type II DM patients who joined Persadia Islamic Hospital Klaten. The sampling technique was purposive sampling with a total of 30 respondents. The data collection instrument used the PHQ questionnaire. Bivariate data analysis using the Wilcoxon test. The results of the research on the characteristics of respondents were dominated by women as many as 23 (76.7%). The average age of the respondents was 49 years. The ethnic group is dominated by Javanese as many as 28 (93.3%). Most of the respondents' occupation is Labor 12 (40.0%). The average score for depression before the intervention for diabetic exercise was 7,400 and after the intervention for diabetic exercise decreased to 2.166. The results of the Wilcoxon test showed that there was a significant effect of diabetes exercise on the reduction of depression scores in type II diabetes mellitus patients at Persadia RSI Klaten values ??(p = 0.000, Z = -4.813). Conclusion based on the results of the study, the average depression score in Type II DM patients before diabetes exercise was 7,400. Meanwhile, the average depression score after diabetes exercise was 2.166. The results of statistical tests showed that there was an effect of diabetes exercise on depression scores in Type II DM patients with a p value of 0.000.
Gambaran Pengetahuan Tentang Diet Rendah Garam Pada Penderita Hipertensi Di Dusun Batusari Fitri Suciana; Puput Risti Kusumaningrum; Saifudin Zukhri; Sapfitri Febrika Sulistya Mawardi
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 1 No 1 (2022): JUKEJ
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55784/jkj.Vol1.Iss1.216

Abstract

Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah meningkat diatas batas normal apabila didapatkan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90mmHg. Beberapa faktor yang menyebabkan hipertensi antara lain kebiasaan hidup atau perilaku kebiasaan mengkonsumsi natrium yang tinggi, kegemukan, stress, merokok, minum alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui gambaran pengetahuan tentang diet rendah garam di dusun Batusari. Penelitian ini menggunakan penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi yang menderita hipertensi di Dusun Batusari sebanyak 50. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat yang digambarkan dengan hasil prosentase. Hasil penelitian ini adalah karakteristik responden rerata usia 52 tahun. Responden paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 (78.0%). Responden paling banyak berpendidikan SD sebanyak 20 (40.0%). Pekerjaan responden mayoritas sebagai petani sebanyak 36 (72.0%). Durasi lama menderita hipertensi responden 3.5 tahun.sebanyak 41 (82.0%) responden berpengetahuan baik. Kesimpulan penelitian ini adalah dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, lama menderita hipertensi dan tingkat pengetahuan.
Studi Kasus Asuhan Keperawatan Pada Tn. K Dengan Masalah Diabetes Mellitus Di Desa Jaya Bakti, Kecamatan Madang Suku 1 Kabupaten Okut Puput Risti Kusumaningrum; Angga Hermawan
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 1 No 2 (2022): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular metabolik yang ditandai dengan adanya kondisi hiperglikemia karena adanya penurunan jumlah sekresi dari hormon insulin atau terjadinya insensivitas hormon insulin atau bisa juga karena keduanya. Penanganan yang tepat terhadap penyakit diabetes mellitus sangat di perlukan. Penanganan Diabetes mellitus dapat di kelompokkan dalam lima pilar, yaitu edukasi, perencanaan makan, latihan jasmani, intervensi farmakologis dan pemeriksaan gula darah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilakukan selama lima hari pada tanggal 1 sampai 5 Maret 2021. Responden meliputi pasien dengan diagnosa medis Diabetes Mellitus. Hasil setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan dengan diagnosa Resiko ketidakstabilan kadar glukosa darah pada Tn. K teratasi sebagian dan diagnosa keperawatan Ketidakefektifan manajemen kesehatan pada keluarga Tn.K. Kesimpulan dari penelitian adalah penatalaksanaan keperawatan pada pasien Diabetes Mellitus telah dilakukan secara komprehensif melalui tahapan pengkajian, perumusan diagnosa, rencana keperawatan, hingga evaluasi keperawatan.