Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan shooting pemain futsal SMP Negeri 21 Kota Bengkulu yang diduga dipengaruhi oleh kelemahan kekuatan otot tungkai dan rendahnya kemampuan motorik sebagian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Latihan plyometrics terhadap kemampuan shooting dengan mempertimbangkan perbedaan tingkat kemampuan motorik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest two group design, melibatkan 20 peserta ekstrakurikuler futsal yang diklasifikasikan ke dalam dua kelompok berdasarkan hasil tes kemampuan motorik, yaitu kelompok dengan tingkat motorik tinggi dan rendah. Program intervensi yang diberikan berupa latihan plyometrics yang dilaksanakan selama 12 sesi. Analisis data menggunakan uji normalitas Liliefors serta uji-t dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan plyometrics berpengaruh signifikan terhadap peningkatan shooting pada kelompok kemampuan motorik tinggi, sedangkan pada kelompok kemampuan motorik rendah tidak ditemukan pengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa latihan plyometrics lebih efektif diterapkan pada siswa dengan kemampuan motorik tinggi, sementara siswa dengan motorik rendah memerlukan latihan dasar yang lebih progresif sebelum menerima latihan plyometrics.
Copyrights © 2025