Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan bahasa anak usia dini berdasarkan perspektif kognitif, sosiokultural, dan ekologis. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan partisipan 62 anak usia dini dan orang tuanya, serta enam guru pada salah satu PAUD/RA di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner guru, dan kuesioner orang tua, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi sosial anak berkembang lebih optimal dibandingkan kemampuan linguistik strukturalnya. Capaian interaksi verbal dengan teman sebaya (4,00) dan aktivitas bercerita bersama orang tua di rumah (3,89), sedangkan kemampuan menyusun kalimat lisan (3,31). Interaksi sosial dan lingkungan keluarga berperan penting dalam memperkuat perkembangan bahasa anak. Simpulan menegaskan perkembangan bahasa anak berlangsung secara optimal melalui sinergi perspektif kognitif, sosiokultural, dan ekologis. Implikasi praktisnya, pendidik PAUD perlu merancang pembelajaran yang terintegrasi dengan stimulasi komunikasi yang konsisten antara sekolah dan keluarga.
Copyrights © 2026