ABSTRAK Program ini dilatarbelakangi rendahnya ketangguhan mental, tingginya kecemasan kerja, dan belum optimalnya coping adaptif pada siswa kelas XII SMK St. Fransiskus Semarang yang memengaruhi kesiapan kerja. Program bertujuan meningkatkan kesiapan kerja melalui penguatan ketangguhan mental, coping adaptif, dan kepercayaan diri. Pendekatan integratif berbasis psychological capital dan experiential learning diterapkan melalui pelatihan, workshop, simulasi, dan pendampingan dengan pre–post assessment. Hasil menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kemampuan mengelola stres, kesiapan kerja, serta self-efficacy dan coping adaptif. Kesimpulannya, program ini efektif meningkatkan kesiapan kerja siswa dan berpotensi menjadi model layanan bimbingan konseling berkelanjutan di sekolah. Kata Kunci: Ketangguhan Mental, Kesiapan Kerja, Psychological Capital, Experiential Learning, Siswa SMK. ABSTRACT This program is motivated by the low level of mental resilience, high job-related anxiety, and suboptimal adaptive coping among Grade XII students of SMK St. Fransiskus Semarang, which affect their work readiness. The program aims to enhance work readiness by strengthening mental resilience, adaptive coping, and self-confidence. An integrative approach based on psychological capital and experiential learning is implemented through training, workshops, simulations, and mentoring, supported by pre–post assessment. The results indicate improvements in self-confidence, stress management, work readiness, as well as self-efficacy and adaptive coping. In conclusion, this program is effective in improving students’ work readiness and has the potential to be developed as a sustainable guidance and counseling service model in schools. Keywords: Mental Resilience, Work Readiness, Psychological Capital, Experiential Learning, And Vocational High School Students.
Copyrights © 2026