Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol. 21 No. 2 (2025): Transformasi Desember

Training on recycling waste into marketable products at the “Taman Resik Lestari central waste bank and Sanggar Pawuhan” Bantul

Trio Ardhian (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta, Indonesia)
Heri Maria Zulfiati (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta, Indonesia)
Azfa Mutiara Ahmad Pabulo (Universitas Mercu Buana, Yogyakarta, Indonesia)
Elyas Djufri (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2025

Abstract

[Bahasa]: Sampah merupakan salah satu persoalan lingkungan mendesak di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bantul, yang hingga kini masih didominasi praktik pengumpulan dan pemilahan sederhana tanpa memberikan nilai tambah ekonomi. Program pengabdian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan keterampilan dan kreativitas mitra dalam mendaur ulang sampah menjadi produk inovatif bernilai jual tinggi, (2) memberikan akses pada teknologi sederhana untuk mendukung efisiensi produksi, dan (3) meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, aksi, observasi, dan refleksi secara partisipatif. Mitra kegiatan, yaitu Bank Sampah Induk “Taman Resik Lestari” dan Sanggar Pawuhan Kelola Sampah Jadi Berkah, terlibat aktif sejak tahap identifikasi permasalahan dan kebutuhan pelatihan, pelaksanaan pelatihan daur ulang, penggunaan teknologi sederhana, hingga evaluasi hasil dan perumusan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan mitra, khususnya keterampilan teknis dan kreativitas dalam mengolah plastik bekas menjadi produk kalung dengan variasi desain, anyaman, dan warna yang lebih estetik. Akses terhadap teknologi sederhana seperti mesin pencacah plastik dan alat cetak manik-manik berhasil meningkatkan efisiensi produksi, ditandai dengan waktu pengerjaan yang lebih singkat, kualitas produk yang lebih baik, dan kapasitas produksi yang meningkat dua kali lipat. Temuan utama dari program ini adalah terbentuknya ekosistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang tidak hanya menekankan pada aspek teknis produksi, tetapi juga mencakup pemberdayaan sosial, dukungan kelembagaan, dan strategi pemasaran digital. Implikasi dari kegiatan ini adalah perlunya replikasi model pelatihan dan pemberdayaan ini di komunitas lain sebagai upaya memperkuat ekonomi sirkular berbasis masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian SDG 12 tentang konsumsi dan produksi berkelanjutan serta SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Kata Kunci: pelatihan daur ulang, bank sampah, kreativitas, teknologi sederhana, kesadaran masyarakat [English]: Waste is a major environmental challenge in Indonesia, including Bantul Regency, where waste management remains dominated by basic collection and sorting with limited economic value. This community service programme aims to (1) improve partners’ skills and creativity in recycling waste into marketable products, (2) provide access to simple technologies to enhance production efficiency, and (3) increase public awareness of sustainable waste management. The programme applied a Participatory Action Research (PAR) approach through iterative stages of planning, action, observation, and reflection. Partners, namely the “Taman Resik Lestari” Central Waste Bank and Sanggar Pawuhan Kelola Sampah Jadi Berkah, were actively involved from problem identification and training design to implementation and evaluation. The results show significant improvements in partners’ technical skills and creativity in producing recycled plastic necklaces with better designs and colour variations. The use of simple technologies, including plastic shredders and bead-moulding tools, reduced production time, improved product quality, and doubled production capacity. Overall, the programme contributed to the development of a community-based waste management ecosystem that integrates technical, social, and economic empowerment, supporting SDG 12 and SDG 8. Keywords: recycling training, waste banks, creativity, simple technology, public awareness

Copyrights © 2025