Konflik antara suami dan istri adalah realitas yang marak terjadi dan terus meningkat, serta memiliki dampak yang besar. Berdasarkan data, ditemukan bahwa banyak keluarga yang bercerai karena konflik. Hal ini terjadi karena suami dan istri tidak menjalankan fungsi dengan baik. Selain itu, suami-istri tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang penyelesaian konflik. Artikel ini bertujuan menyelidiki penyebab konflik suami-istri dan menawarkan pola pendekatan baru berdasarkan tulisan Paulus sebagai jawabannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, kesatuan adalah standar mutlak yang dikehendaki oleh Allah dalam relasi suami-istri. Kedua, konflik adalah bentuk negasi terhadap kesatuan suami-istri. Ketiga, pola pendekatan rasul Paulus yang relevan untuk penyelesaian konflik suami-istri yaitu, pendekatan internal yang meliputi, memilih waktu yang tepat dalam komunikasi, komunikasi verbal yang berlandaskan kasih, meredam eskalasi amarah, serta terminasi kepahitan dan memberikan pengampunan. Selanjutnya pendekatan eksternal yang meliputi pendekatan klarifkasi, pendekatan persuasif, pendekatan konseling, pendekatan spiritual.
Copyrights © 2026