Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II sebagai sumber pembelajaran kontekstual bagi pelajar. Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelestarian benda bersejarah, tetapi juga sebagai media edukasi yang mampu menghadirkan pengalaman belajar secara langsung dan bermakna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui kegiatan pendampingan edukasi museum yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, observasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi, serta pencatatan selama kegiatan berlangsung, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan museum sebagai sumber pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman pelajar terhadap sejarah dan budaya lokal, menumbuhkan minat belajar, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik. Keterlibatan petugas museum sebagai fasilitator turut mendukung terciptanya interaksi edukatif antara pelajar dan sumber sejarah yang tersedia. Selain memberikan manfaat dalam proses pembelajaran, kegiatan ini juga berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk mencintai, menjaga, dan melestarikan warisan budaya daerah. Dengan demikian, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II memiliki potensi strategis sebagai sumber pembelajaran berbasis pengalaman yang dapat memperkuat pendidikan sejarah dan budaya bagi pelajar.
Copyrights © 2026