Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana gempa bumi sehingga penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan strategis. Organisasi mahasiswa kebencanaan seperti GERMAPENA memiliki peran potensial dalam mendukung kesiapsiagaan komunitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelaksanaan simulasi bencana gempa bumi terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan tanggap darurat anggota GERMAPENA FIKES UNMUH Jember. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one- group pretest–posttest. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah pelaksanaan simulasi menggunakan instrumen kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan prosedural. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf signifikansi 0,05 serta perhitungan effect size (r). Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest pada variabel pengetahuan dan keterampilan (p < 0,05). Nilai effect size berada pada kategori moderat hingga besar, menunjukkan dampak praktis yang kuat. Simulasi bencana gempa bumi efektif meningkatkan kompetensi tanggap darurat anggota GERMAPENA baik dalam domain kognitif maupun psikomotor. Integrasi pelatihan simulasi secara sistematis direkomendasikan sebagai strategi penguatan kesiapsiagaan organisasi mahasiswa kesehatan dalam konteks risiko bencana tinggi.
Copyrights © 2026