Alfien Yoesra
Universitas Muhammadiyah Jember

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Program Siaga Bencana Pada Gerakan Mahasiswa Perawat Peduli Bencana (Germapena) Fikes Universitas Muhammadiyah Jember M Cipto Susilo; Alfien Yoesra; Faris Yudarmawan; Jilan Syafiqoh
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3838

Abstract

Berdasar letak geografisnya, Indonesia terletak diantara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia dan dua samudra yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Berada pada posisi silang, yang mempunyai arti penting terkait dengan iklim dan perekonomian, (Muhari, A. et al, 2024). Merupakan negara kepulauan dengan pertemuan empat lempeng tektonik: lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik memanjang dari Pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi. Kondisi demikian dibutuhkan koordinasi agar semua potensi yang ada mampu secara tuntas bersama menghilangkan risiko bencana akibat fenomena alam maupun non alam. Namun kemampuan kita mengenali, mengidentifikasi bahaya dari fenomena yang berisiko yang membuat besaran risiko bencana yang ada masih memiliki pemahaman yang belum sama. Upaya dalam membangun masyarakat untuk tangguh dan beradaptasi berhadapan dengan risiko bencana menjadi sebuah potensi dan kekuatan. Mitra mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Perawat Peduli Bencana (Germapena) Fikes UM Jember dapat berperan dalam kegiatan seperti bakti social, pertolongan pertama pada korban dan evakuasi darurat, pelayanan logistik serta pelayanan rujukan korban. Luaran yang menjadi target kegiatan ini adalah tersusunnya draft artikel untuk dipublikasikan di jurnal pengabdian, draft artikel dan pengajuan HKI.
Pelatihan Triase Dan Pertolongan Pertama Korban Bencana Pada Tim Reaksi Cepat Desa Tangguh Bencana Di Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember Alfien Yoesra; Cipto Susilo
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpi.v1i3.3130

Abstract

Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember sebagai desa yang sangat berisiko tinggi mengalami bencana alam. Hasil mitigasi menggunakan instrument Rapid Health Assessment (RHA) ditemukan bahwa penguatan kapasitas desa dalam indikator peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) terkait tim tanggap darurat bencana, Desa Suci tidak pernah melakukan pembekalan pengetahuan dan skill terkait inisiasi awal pada saat terjadi bencana. Masalah yang dihadapi oleh mitra tersebut kemudian tim pengabdian mengajukan untuk melakukan pelatihan triase dan pertolongan pertama korban bencana untuk Tim Reaksi Cepat (TRC) DESTANA Desa Suci. Metode pelatihan yang dilakukan oleh tim pengabdian dengan cara ceramah, diskusi dan simulasi terkait triase START (Simple Triage and Rapid Treatment), balut bidai dan transport korban bencana. Hasil dari pelatihan triase dan pertolongan pertama korban bencana, berdasarkan evaluasi secara langsung kepada peserta pelatihan bahwa pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan skill anggota TRC dalam melakukan inisiasi awal pada saat terjadi bencana. Hal tersebut digambarkan dengan peserta pelatihan dapat memahami dan melakukan pengelompokan korban bencana sesuai kondisi kegawatdaruratannya dengan teknik triase START, memahami dan bisa melakukan teknik balut bidai serta memahami dan bisa melakukan transport korban bencana.
Pendidikan tentang Resusitasi Jantung Paru (CPR) untuk Personel Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kabupaten Jember Alfien Yoesra; Hendrik Puji Widianto; Lailatul Fitria
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resusitasi Kardiopulmoner (KPR) adalah salah satu tindakan pertolongan pertama utama bagi korban kecelakaan yang mengalami henti jantung. KPR dapat dilakukan oleh siapa saja yang telah mengikuti pelatihan formal maupun informal. Kejadian henti jantung pada petugas BUMN akibat kecelakaan kerja paling sering disebabkan oleh sengatan listrik. Tujuan pelaksanaan pendidikan KPR bagi petugas BUMN adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban henti jantung di luar rumah sakit. Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan metode campuran yang terdiri dari tiga kegiatan utama: penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan petugas BUMN terkait KPR yang dibuktikan dengan peningkatan rata-rata skor pre-test (50) menjadi (88) pada skor post-test. Untuk kemampuan melakukan keterampilan KPR, petugas kini dapat melakukan serangkaian KPR, yaitu dengan memeriksa denyut nadi karotis, lokasi titik tumpu KPR dan siklus KPR dengan teknik observasi langsung oleh fasilitator. Kesimpulan dari pelaksanaan pendidikan CPR bagi petugas PLN di Kabupaten Jember adalah dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan keterampilan petugas dengan serangkaian pendidikan (penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung)