Perkembangan media baru telah mengubah pola produksi, penyebaran, dan penerimaan pengetahuan keislaman, sekaligus menggeser dasar pembentukan otoritas keilmuan di ruang digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi otoritas keilmuan dosen dakwah, perannya sebagai komunikator akademik, kontribusinya dalam menyampaikan nilai-nilai Islam yang moderat dan berbasis ilmu pengetahuan, serta bentuk adaptasi dakwah akademik dalam ekosistem media digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian kepustakaan. Data diperoleh dari buku, artikel jurnal, laporan lembaga, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik dengan penguatan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otoritas keilmuan dosen dakwah tidak lagi hanya dibentuk oleh gelar, posisi institusional, dan kompetensi akademik, tetapi juga oleh kredibilitas publik, kemampuan komunikasi, interaksi dengan audiens, dan literasi digital. Dosen dakwah berperan sebagai penghubung antara pengetahuan akademik dan kebutuhan masyarakat melalui penyampaian pesan Islam yang akurat, kontekstual, moderat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Adaptasi dakwah akademik dilakukan melalui diversifikasi platform, penyederhanaan bahasa akademik, pengembangan konten multimedia, komunikasi dialogis, serta kolaborasi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi kompetensi akademik, etika komunikasi Islam, dan kecakapan digital merupakan fondasi utama penguatan dakwah akademik pada era media baru.
Copyrights © 2026