Perkembangan bisnis ritel modern di Kabupaten Lamongan memberikan pengaruh terhadap keberlangsungan toko tradisional, khususnya dalam aspek revenue stream atau sumber pendapatan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan revenue stream toko tradisional dan toko modern berdasarkan perspektif Business Model Canvas (BMC). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan yang terdiri dari dua toko modern dan tiga toko tradisional di Kabupaten Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toko modern memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam melalui penjualan barang, layanan digital, pembayaran tagihan, top up e-wallet, delivery order, program loyalitas pelanggan, dan promosi berbasis aplikasi digital. Sementara itu, toko tradisional masih mengandalkan penjualan barang pokok dan produk kebutuhan harian sebagai sumber utama pendapatan. Dalam aspek teknologi, toko modern lebih unggul karena telah menggunakan sistem kasir digital, QRIS, aplikasi pelanggan, serta pencatatan otomatis. Namun demikian, toko tradisional tetap memiliki daya saing melalui harga yang lebih murah, kedekatan sosial dengan pelanggan, fleksibilitas pembelian eceran, serta pelayanan yang lebih personal. Penelitian ini menunjukkan bahwa digitalisasi menjadi faktor penting dalam pengembangan revenue stream bisnis ritel di era modern.
Copyrights © 2026