Proses produksi bakpia yang terdiri dari berbagai tahap, mulai dari pemilihan bahan baku, pencampuran adonan, pemanggangan, hingga pengemasan, memiliki potensi risiko kegagalan di setiap tahapan. Risiko tersebut, jika tidak dikelola dengan baik, dapat menurunkan kualitas produk, mengurangi kepuasan pelanggan, dan bahkan menyebabkan kerugian bisnis. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu FMEA dan usulan perbaikan dengan 5W+1H. Berdasarkan analisis FMEA, risiko dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi adalah pengaturan suhu yang salah (240). Analisis 5W+1H mengungkap penyebab utama risiko ini, yaitu oven yang tidak terkalibrasi, distribusi panas tidak merata, dan kurangnya pemantauan suhu selama pemanggangan, yang dilakukan di area produksi oleh pekerja. Untuk mengurangi risiko, disarankan kalibrasi oven berkala, penggunaan alat pemantau suhu, pelatihan pekerja, serta standarisasi prosedur operasional. Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi metode FMEA dan 5W+1H efektif membantu UMKM seperti Bakpia AS dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi risiko demi meningkatkan kualitas produk dan efisiensi operasional.
Copyrights © 2024