Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penerapan Metode Six Sigma Untuk Meningkatkan Kualitas Gula Di Pt. Pabrik Gula X Isa Abdussalam; Minto Waluyo
Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupiter.v2i1.51

Abstract

PT. PG X is part of ID FOOD which focuses on the sugar cane agro-industry sector. SHS sugar is the main product. To ensure production meets consumer standards and expectations, it is necessary to implement quality control during the production process. This involves quality control, improvement and improvement of systems so that the products produced are superior and competitive. In writing this article, the author is interested in exploring the problem of product defects and deviations in the production process, including defective products, as well as efforts to improve and improve product quality. The problem solving method used is the six sigma method. From the research results, it was found that the total production produced during October was 48,611 and 3,283 defective products were found. In the sugar production section, PT X Sugar Factory has a sigma level of 3.7 with a possible damage of 24,635 for one million production (DPMO).
Analisis Risiko Kegagalan Proses Produksi Bakpia Menggunakan Metode FMEA Di Rumah Produksi Bakpia AS Sidoarjo 1) Isa Abdussalam; Dwi Sukma Donoriyanto
Jurnal Teknik Ibnu Sina Vol 9 No 02 (2024): Jurnal Teknik Ibnu Sina
Publisher : Jurnal Teknik Ibnusina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses produksi bakpia yang terdiri dari berbagai tahap, mulai dari pemilihan bahan baku, pencampuran adonan, pemanggangan, hingga pengemasan, memiliki potensi risiko kegagalan di setiap tahapan. Risiko tersebut, jika tidak dikelola dengan baik, dapat menurunkan kualitas produk, mengurangi kepuasan pelanggan, dan bahkan menyebabkan kerugian bisnis. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu FMEA dan usulan perbaikan dengan 5W+1H. Berdasarkan analisis FMEA, risiko dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi adalah pengaturan suhu yang salah (240). Analisis 5W+1H mengungkap penyebab utama risiko ini, yaitu oven yang tidak terkalibrasi, distribusi panas tidak merata, dan kurangnya pemantauan suhu selama pemanggangan, yang dilakukan di area produksi oleh pekerja. Untuk mengurangi risiko, disarankan kalibrasi oven berkala, penggunaan alat pemantau suhu, pelatihan pekerja, serta standarisasi prosedur operasional. Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi metode FMEA dan 5W+1H efektif membantu UMKM seperti Bakpia AS dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi risiko demi meningkatkan kualitas produk dan efisiensi operasional.