Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja metode Saving Matrix dan Nearest Neighbor dalam optimalisasi rute distribusi peralatan elektronik di Batam, serta mengevaluasinya terhadap metode aktual yang digunakan oleh perusahaan. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan menggunakan data yang mencakup lokasi pelanggan, volume pengiriman, dan kapasitas kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Saving Matrix memberikan hasil paling efisien, dengan total jarak tempuh 54,3 km, waktu pengiriman 5,2 jam, dan biaya operasional sebesar Rp785.000. Sebaliknya, metode Nearest Neighbor menghasilkan jarak 62,7 km dan biaya Rp905.000, sementara metode aktual perusahaan mencatat jarak terpanjang yaitu 68,5 km dan biaya tertinggi sebesar Rp970.000. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Saving Matrix mampu mengoptimalkan rute dan pembagian beban distribusi dengan lebih baik. Penelitian ini berkontribusi dalam bidang perencanaan logistik dengan menekankan pentingnya penggunaan metode heuristik dalam permasalahan rute kendaraan. Saran untuk perusahaan adalah untuk mulai mengadopsi metode algoritmik dalam perencanaan distribusi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan model dengan metode metaheuristik serta mempertimbangkan faktor dinamis seperti waktu layanan pelanggan dan kondisi lalu lintas untuk hasil yang lebih akurat.
Copyrights © 2025