Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisa Pengendalian Kualitas Produk Dengan Menggunakan Statiscal Processing Control (SPC) Di PT KLX Meylia Vivi Putri; Albertus L. S.; Khoerun Nisa Safitri; Riski Arianto Harahap
Jurnal INOVATOR Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v5i2.161

Abstract

A company cannot be separated from consumers and the products it produces. Consumers certainly hope that the goods they buy will be able to meet their needs and desires so that consumers hope that the product has good and guaranteed conditions. Therefore, companies must see and maintain that the quality of the products produced is guaranteed and accepted by consumers and can compete in the market. This study is intended to analyze whether the resulting product is not in accordance with the specified product quality standards and analyze what factors cause product defects. The study was conducted at PT. KLX for 30 days as many as 6000 pipes taken chatter, step, burs defect data using statistical processing control (SPC). The results of this study conclude that based on the P-Chart analysis that has been carried out at PT KLX, there are 3 types of defects that occur in threaded pipe products, namely chatter defects, step defects, and burs defects. So the products produced by PT KLX do not meet the quality standards that have been determined by the company, the factors that cause product defects are in accordance with the fishbone causal diagram, namely workers (people), raw materials (materials), machines (machine), Method (method).
Analisa Pengendalian Kualitas Produk Dengan Menggunakan Statiscal Processing Control (SPC) Di PT KLX Meylia Vivi Putri; Albertus L. S.; Khoerun Nisa Safitri; Riski Arianto Harahap
Jurnal INOVATOR Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v5i2.161

Abstract

A company cannot be separated from consumers and the products it produces. Consumers certainly hope that the goods they buy will be able to meet their needs and desires so that consumers hope that the product has good and guaranteed conditions. Therefore, companies must see and maintain that the quality of the products produced is guaranteed and accepted by consumers and can compete in the market. This study is intended to analyze whether the resulting product is not in accordance with the specified product quality standards and analyze what factors cause product defects. The study was conducted at PT. KLX for 30 days as many as 6000 pipes taken chatter, step, burs defect data using statistical processing control (SPC). The results of this study conclude that based on the P-Chart analysis that has been carried out at PT KLX, there are 3 types of defects that occur in threaded pipe products, namely chatter defects, step defects, and burs defects. So the products produced by PT KLX do not meet the quality standards that have been determined by the company, the factors that cause product defects are in accordance with the fishbone causal diagram, namely workers (people), raw materials (materials), machines (machine), Method (method).
Pengendalian Kualitas Produk X Menggunakan Pendekatan Six Sigma Anindita Rahmalia Putri; Khoerun Nisa Safitri; Ahmad Ilham Alifido
Jurnal Teknik Ibnu Sina Vol 9 No 01 (2024): Jurnal Teknik Ibnu Sina
Publisher : Jurnal Teknik Ibnusina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian kualitas merupakan aspek kritis dalam dunia manufaktur yang memegang peranan penting dalam menjamin produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Dengan menerapkan sistem pengendalian kualitas yang efektif, produk cacat dapat diminimalisir, memberikan dampak positif terhadap kepuasan pelanggan dan reputasi perusahaan. Di era industri 4.0, persaingan antar perusahaan semakin kompetitif sehingga kualitas produk yang dihasilkan haruslah sesuai dengan permintaan dan harapan pelanggan. Namun kecacatan produk dapat diminimalisir jika akar permasalahannya dapat diperbaiki sehingga kualitas produk dapat dikendalikan. Pada penelitian ini akan membahas terkait pengendalian kualitas pada produk bahan baku menggunakan metode DMAIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya kecacatan produk yaitu karyawan yang kurang disiplin , perencanaan pada tindakan maintenance belum dilakukan serta tidak ada tempat untuk penyimpanan bleaching earth yang merupakan komponen penunjang proses produksi.
Peningkatkan Efisiensi Rantai Pasok melalui Material Requirement Planning untuk Bahan Baku dalam Produksi Lemari: Studi Kasus CV. Indo Mebel Asrul Fole; Nur Ihwan Safutra; Takdir Alisyahbana; Yamin Almuhajirin; Khoerun Nisa Safitri
Jurnal Teknik Ibnu Sina Vol 9 No 01 (2024): Jurnal Teknik Ibnu Sina
Publisher : Jurnal Teknik Ibnusina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AAAA
Optimalisasi Rute Distribusi Peralatan Elektronik: Inovasi Metode Saving Matrix dan Nearest Neighbor Khoerun Nisa Safitri; Asrul Fole; Nurul Aini
Jurnal Teknik Ibnu Sina Vol 10 No 01 (2025): Jurnal Teknik Ibnu Sina
Publisher : Jurnal Teknik Ibnusina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja metode Saving Matrix dan Nearest Neighbor dalam optimalisasi rute distribusi peralatan elektronik di Batam, serta mengevaluasinya terhadap metode aktual yang digunakan oleh perusahaan. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan menggunakan data yang mencakup lokasi pelanggan, volume pengiriman, dan kapasitas kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Saving Matrix memberikan hasil paling efisien, dengan total jarak tempuh 54,3 km, waktu pengiriman 5,2 jam, dan biaya operasional sebesar Rp785.000. Sebaliknya, metode Nearest Neighbor menghasilkan jarak 62,7 km dan biaya Rp905.000, sementara metode aktual perusahaan mencatat jarak terpanjang yaitu 68,5 km dan biaya tertinggi sebesar Rp970.000. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Saving Matrix mampu mengoptimalkan rute dan pembagian beban distribusi dengan lebih baik. Penelitian ini berkontribusi dalam bidang perencanaan logistik dengan menekankan pentingnya penggunaan metode heuristik dalam permasalahan rute kendaraan. Saran untuk perusahaan adalah untuk mulai mengadopsi metode algoritmik dalam perencanaan distribusi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan model dengan metode metaheuristik serta mempertimbangkan faktor dinamis seperti waktu layanan pelanggan dan kondisi lalu lintas untuk hasil yang lebih akurat.
Strategi Pengembangan Bisnis Berkelanjutan bagi UKM dengan Pendekatan SWOT dan Business Model Canvas Nidya Wisudawati; Riko Herdian; Masayu Rosyidah; Tuwandi Juniarto; Khoerun Nisa Safitri
Jurnal Teknik Ibnu Sina Vol 10 No 02 (2025): Jurnal Teknik Ibnu Sina
Publisher : Jurnal Teknik Ibnusina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan penjualan dan meningkatnya persaingan pada Datanet Digital Printing di Palembang yang menunjukkan perlunya strategi pengembangan bisnis yang adaptif. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi factor-faktor internal dan eksternal, merumuskan dan menganalisis factor internal dan eksternal yang meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan bisnis Datanet Digital Printing, menentukan prioritas strategi berdasarkan potensi, kemampuan, dan kendala yang ada serta Menyusun Business Model Canvas (BMC). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data primer melalui wawancara, observasi, dan kuesioner terhadap 103 responden, serta data sekunder dari literatur pendukung. Hasil analisis matriks internal menunjukkan bahwa nilai Internal Factor Analysis (IFAS) sebesar 30 dan nilai External Factor Analysis Summary (EFAS) sebesar 42,5. Hal ini menunjukkan posisi perusahaan berada pada kuadran strategi pertumbuhan agresif dengan kebutuhan transformasi digital pada aspek pemasaran dan hubungan pelanggan. Kesimpulannya, integrasi SWOT dan BMC efektif dalam merancang model bisnis baru yang mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UKM di era digital.