Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknik time-out dalam mengurangi perilaku agresif verbal pada anak dengan hambatan intelektual di kelas VII SMPKH Elok Asri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode eskperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Single Subject Research (SSR) dengan model A-B-A. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas VII SMPKH Elok Asri yang menunjukkan perilaku agresif verbal seperti membentak, mengejek, dan berkata kasar. Pada fase Baseline 1 (A1), data dikumpulkan selama empat sesi tanpa intervensi untuk memperoleh gambaran awal perilaku agresif. Fase Intervensi (B) dilakukan selama delapan sesi dengan menerapkan prosedur time-out, yaitu anak dipisahkan dari aktivitas menyenangkan ketika perilaku agresif muncul, kemudian diberikan penguatan positif setelah menunjukkan perilaku sesuai aturan. Fase Baseline 2 (A2) dilaksanakan selama empat sesi tanpa intervensi untuk melihat keberlangsungan perubahan perilaku setelah perlakuan dihentikan. Data dianalisis menggunakan parameter frekuensi, mean level, trend, serta stabilitas antar fase. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada frekuensi perilaku agresif verbal. Rata-rata perilaku agresif pada fase A1 adalah 0,29, menurun menjadi 0,17 pada fase intervensi B, dan bertahan pada 0,18 pada fase A2. Analisis visual memperlihatkan tren penurunan dan konsistensi hasil antar fase, yang mengindikasikan bahwa teknik time-out efektif menurunkan perilaku agresif pada anak dengan hambatan intelektual. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi guru, orang tua, dan sekolah untuk menggunakan time-out sebagai strategi manajemen perilaku yang sederhana, efektif, dan dapat diterapkan dalam setting pendidikan khusus.
Copyrights © 2026