Masih ditemukan berbagai hambatan yang mengurangi kualitas hasil yang dicapai. Ketidaksesuaian ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, sejauh mana variabel tertentu berperan, Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko ganda berupa ancaman bencana alam dan degradasi nilai budaya. Metode penelitian ini dirancang dengan pendekatan campuran (mixed-methods) model Sequential Explanatory Design, Tahap pertama bersifat kuantitatif melalui analisis spasial menggunakan Geographic Information System (ArcGIS 10.8) dan statistik keruangan, dilanjutkan tahap kualitatif berupa validasi hasil melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan para pemangku kepentingan. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis dengan mengombinasikan data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan secara spasial dan statistik. Hasil analisis overlay menunjukkan bahwa 14 dari 16 sarana pendukung wisata berada dalam zona risiko longsor tinggi, sedangkan Pelinggih sebagai situs spiritual yang memiliki nilai budaya penting berada sangat dekat atau bahkan tepat di bawah infrastruktur pariwisata. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting terhadap pengembangan teori, praktik, dan kebijakan dalam bidang yang diteliti, temuan penelitian memberikan arahan konkret yang dapat digunakan oleh praktisi, pendidik, pengelola program, atau pemangku kebijakan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan di lapangan. Selain itu, temuan yang diperoleh dapat menjadi dasar bagi perumusan strategi perbaikan, inovasi, atau intervensi yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan. Secara kebijakan, penelitian ini berpotensi mendorong pengambilan keputusan yang lebih berbasis data sehingga mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan relevan dengan konteks permasalahan yang ada.
Copyrights © 2025