Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dalam pembelajaran di perguruan tinggi menuntut mahasiswa untuk menyelesaikan berbagai tugas yang bersifat kompleks. Tugas tersebut tidak hanya menekankan kemampuan analitis, tetapi juga menuntut keterampilan praktik serta manajemen waktu yang efektif. Kondisi ini dapat memicu munculnya stres akademik, yang biasanya ditandai dengan kelelahan fisik, menurunnya konsentrasi, gangguan pola tidur, dan tekanan emosional. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh pelaksanaan tugas berbasis KKNI terhadap tingkat stres mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Universitas Negeri Medan. Metode yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif melalui teknik survei. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert empat poin yang telah melalui proses validasi ahli. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan melibatkan 30 mahasiswa aktif angkatan 2023–2025 yang telah menyelesaikan tugas berbasis KKNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban tugas paling tinggi dirasakan mahasiswa angkatan 2023, disusul angkatan 2024 dan 2025. Tingkat stres yang lebih tinggi pada angkatan 2023 dipengaruhi oleh fase awal penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Sementara itu, mahasiswa angkatan 2024–2025 mengalami tingkat stres lebih rendah seiring meningkatnya stabilitas proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tugas KKNI memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat stres akademik mahasiswa.
Copyrights © 2026