Kabupaten Banyuwangi dikenal sebagai wilayah yang mengintegrasikan budaya lokal dalam pengembangan ekonomi kreatif, dengan Kampung Osing Kemiren sebagai ruang penting perjumpaan antara pelestarian budaya dan praktik ekonomi. Namun, peran Kampung Osing dalam ekosistem ekonomi kreatif lokal serta dinamika negosiasi antara tradisi dan inovasi masih belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tradisi Osing berfungsi sebagai modal budaya dan bagaimana inovasi ekonomi kreatif dikonstruksi secara sosial di tingkat komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan desain studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan pelaku budaya, pelaku ekonomi kreatif, pengelola pariwisata, pemuda, dan pemangku kebijakan lokal. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan sensitivitas fenomenologis interpretatif. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama: tradisi Osing sebagai modal budaya hidup, inovasi berbasis konteks komunitas, jejaring kolaboratif sebagai infrastruktur sosial ekonomi kreatif, serta dampak sosial-ekonomi dan tantangan keberlanjutan. Studi ini menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi kreatif berbasis budaya memerlukan tata kelola partisipatif, kontrol komunitas, dan keseimbangan antara autentisitas budaya dan tuntutan pasar.
Copyrights © 2026