Literasi fisik merupakan salah satu konsep penting dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang berorientasi pada pengembangan motivasi, kepercayaan diri, kompetensi fisik, pengetahuan, dan kebiasaan hidup aktif peserta didik. Namun, implementasi literasi fisik di sekolah masih menghadapi tantangan karena pemahaman guru terhadap konsep tersebut belum merata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru PJOK mengenai literasi fisik sekaligus menganalisis persepsi guru setelah mengikuti pelatihan. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 74 guru PJOK Sekolah Dasar anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Kabupaten Mojokerto melalui tahapan persiapan, pelatihan, diskusi dan refleksi, serta evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan angket persepsi dengan fokus pada dimensi pemahaman literasi fisik dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan IBM SPSS Statistics 26. Hasil menunjukkan bahwa seluruh indikator memperoleh kategori sangat tinggi, dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,57 dan persentase capaian 91,35%. Indikator tertinggi adalah pemahaman bahwa literasi fisik merupakan tujuan penting dalam pembelajaran PJOK (mean = 4,61), sedangkan indikator terendah adalah pemahaman konsep literasi fisik (mean = 4,50), meskipun tetap berada pada kategori sangat tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berhasil membangun persepsi positif dan meningkatkan pemahaman guru terhadap literasi fisik. Program pendampingan lanjutan diperlukan agar pemahaman konseptual tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran PJOK di sekolah dasar.
Copyrights © 2026