Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Akupresure LI4 Pada Ibu Hamil Trimester III Untuk Memperlancar Proses Persalinan Tetty Rihardini; Suharti; Desy Tresiana
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i2.50

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan dan persalinan merupakan siklus yang alami bagi perempuan, namun tetap memiliki resiko untuk terjadi komplikasi. Melakukan tindakan pencegahan tertentu di TM III dapat membantu untuk menghindari komplikasi, salah satunya dengan akupresur yang bertujuan memperlancar proses persalinan. Kejadian partus lama rata-rata di dunia menyebabkan kematian ibu sebesar 8%, di Indonesia sebesar 9%. Setiap kehamilan memiliki resiko dalam menhadapi persalinan, agar meminimalisir komplikasi partus lama maka intervensi akupresur untuk ibu hamil TM III diharapkan bisa menjadi solusi. Tujuan: Pemijatan pada akupoin LI-4 diharapkan mampu mempengaruhi peningkatan kontraksi, sehingga dapat mempercepat proses persalinan dan tanpa efek samping yang membahayakan. Metode: Tiga puluh enam ibu hamil TM III terbagi dalam 2 kelompok (18 perlakuan dan 18 kontrol) dengan rancang randomized control trial. Pada kelompok perlakuan dilakukan akupresure titik LI-4 sebanyak 2 kali sehari 30 pijatan selama 60 detik. Sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan. Diikuti proses kehamilannya hingga persalianan menggunakan lembar observasi dan partograf sebagai alat mengukur lamanya proses persalinan. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara efektifitas pemberian akupersure titik LI-4 dengan percepatan proses persalinan pada kelompok perlakuan dengan hasil uji Pearson Chi Square nilai Asymp. Sid(2-sided) 0,001 <0,05. Kesimpulan: Akupresure pada titik LI-4 efektif untuk memperlancar proses persalinan dibandingkan kelompok kontrol. Background: Pregnancy and childbirth are natural cycles for women, but there is still a risk of complications. Taking certain precautions in TM III can help to avoid complications, one of which is with acupressure which aims to expedite the delivery process. The incidence of prolonged labor in the world averages 8% causing maternal death and in Indonesia by 9%. Every pregnancy has risks in dealing with childbirth, in order to minimize complications of prolonged labor, acupressure intervention for TM III pregnant women is expected to be a solution. Purpose: Massage on the LI-4 acupoints is expected to be able to influence the onset and increase in contractions so that it is more effective in accelerating the delivery process without harmful side effects. Methods: Thirty-six TM III pregnant women were divided into 2 groups (18 treatments and 18 controls) with a randomized control trial design. In the treatment group, LI-4 point acupressure was performed 2 times a day, 30 massages for 60 seconds. While the control group did not receive treatment. Followed by the process of pregnancy until delivery using the observation sheet and partograph as a tool to measure the length of the labor process .Results: There is a significant relationship between the effectiveness of giving LI-4 point acupersure and the acceleration of the delivery process in the treatment group with the Pearson Chi Square test results of the Asymp value. Sid(2-sided) 0.001 <0.05. Conclusion: Acupressure at the LI-4 point is effective in facilitating the delivery process compared to the control group.
Sports Parenting Dalam Usaha Mengenalkan Kesehatan Mental Bagi Siswa Kelas 5 SDN Sukorejo 1 Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk Jawa Timur Suharti; Sumardi; Harwanto; Abdul Cholid
Kanigara Vol 1 No 1 (2021): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v1i1.3156

Abstract

Pendidikan jasmani memiliki potensi besar untuk meningkatkan dan mempromosikan gaya hidup sehat, namun itu bukan satu-satunya prioritas, karena pendidikan jasmani memiliki banyak tujuan lain. Pendidikan jasmani bisa berintegrasi dengan bidang studi lainnya di sekolah, karena pendidikan jasmani bersifat holistic. Sementara itu, mengutip detikcom, penelitian oleh dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ, pada kurang lebih 941 siswa sekolah di daerah Jakarta menunjukkan lebih dari 30 persen mengalami depresi dan 18,6 persen di antaranya memiliki keinginan untuk bunuh diri. Oleh karena itu, orang tua harus lebih sensitif terhadap perubahan perilaku yang terjadi pada anak. Pendidikan mental harus selaras dengan pembangunan manusia yang telah dicanangkan oleh pemerintah yang bisa dimulai dari linkungan keluarga dan lingkungan sekolah. SDN Sukorejo 1 kecamatan Rejoso kabupaten nganjuk memiliki potensi mengembangkan program literasi dengan pendampingan guru di sekolah. Tindak lanjut kegiatan ini sangat diperlukan agar peningkatan pola asuh anak terkait dengan kesehatan mental terus akan berjalan denga baik.
Meningkatkan Imunitas Tubuh Di Masa Pandemi Covid-19 Pada Guru Dan Karyawan SMA Negeri 6 Surabaya Abd. Cholid; Suharti; Harwanto; Ujang Rohman; sumardi; M. Muhyi; Yoso Wiyarno
Kanigara Vol 1 No 2 (2021): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v1i2.3636

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit menular yang menyebabkan penderita dapat mengalami demam, batuk kering, sakit tenggorokan, kehilangan indra perasa dan penciuman hingga kesulitan bernafas, pada penderita yang rentan penyakit ini dapat berujung pada Pneumonia dan kegagalan multiorgan. Semenjak Covid-19 di umumkan sebagai pandemi oleh WHO, masyarakat di seluruh dunia termasuk di Indonesia di himbau dan di paksa untuk melakukan karantina, sehingga menyebabkan berbagai sektor kegiatan terhenti termasuk di dalamnya dunia pendidikan. Mengingat pentingnya peranan nutrisi dalam meningkatkan imunitas tubuh sebagai salah satu tindakan pencegahan penyebaran Covid-19, selain itu jika salah dalam intervensi pemberian nutrisi bisa berdampak pada penyakit yang lain. Maka dari itu dirasa perlu untuk memberikan penyuluhan terkait meningkatkan imunitas tubuh sebagai salah satu pencegahan penyebaran penyakit infeksi di lingkungan SMAN 6 Kota Surabaya, sebagai salah satu upaya proteksi Covid-19.
Gizi Dalam Meningkatkan Imunitas Tubuh Sebagai Upaya Perlindungan Covid-19 Bagi Guru SMP Negeri 1 Perak Jombang Suharti; Ujang Rohman; Harwanto; Sumardi; Abd. Cholid; Yoso Wiyarno; M. Muhyi
Kanigara Vol 1 No 2 (2021): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v1i2.3992

Abstract

Saat ini, hampir semua negara menghadapi wabah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS CoV-2 (covid-19), berdasarkan data peta sebaran Covid-19 di Indonesia yang terinfeksi Covid-19 543.975, pulih 454.879 (83,6%) dan 17.081 meninggal (3,1%). Berdasarkan sebaran data zonasi nasional, Kabupaten Jombang merupakan salah satu kota yang hampir seluruh wilayahnya masuk dalam zona merah, jumlah yang dipastikan positif sebanyak 3.626 jiwa, pulih 3.182 jiwa. orang, dirawat 100 orang dan 344 orang meninggal, dari data ini perlu sosialisasi pemahaman tentang pentingnya meningkatkan kekebalan tubuh pada saat pandemi seperti sekarang. Sosialisasi dilakukan melalui program PPM (pengabdian masyarakat). Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Perak Jombang, target utama mengikuti kegiatan ini adalah para wali siswa namun karena tidak mendapat ijin maka kegiatan ini diikuti oleh guru dan dilaksanakan secara online. Metode pelaksanaan program PPM didasarkan pada observasi lapangan (observasi), penyuluhan (sosialisasi) dan pemberian bantuan vitamin C. Dampak dari kegiatan PPM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para guru di SMPN Perak Jombang tentang pentingnya meningkatkan imunitas di era pandemi dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan rutin mengkonsumsi Vitamin C. Kegiatan sosialisasi ini mendapat respon yang positif dari para guru. dan hasil dari kegiatan tersebut direncanakan untuk disebarluaskan kepada siswa melalui pembelajaran.
Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Untuk Menjaga Kebersihan Lingkungan Dengan Cara Membuang Sampah Pada Tempatnya dan Cara Pengelolahan Sampah Ramadhany Hananto Puriana; Riga Mardhika; Mulyono; M. Muhyi Faruq; Suharti; Abd. Cholid; Harwanto; Hayati
Kanigara Vol 1 No 2 (2021): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v1i2.4076

Abstract

Kurangnya kesadaran masyarakat khususnya Desa Temu Kecamatan Prambon akan membuang sampah pada tempatnya sangat kurang, masyarakat cenderung membuang sampah di sungai dan saluran air. Manajemen pengolahan sampah dibagi ke dua metode. Pertama, mengubah sampah menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomi. Kedua, untuk limbah proses untuk menjadi bahan yang tidak berbahaya bagi lingkungan. Hal ini dapat diatasi dengan metode pengelolaan sampah yang efektif sesuai dengan jenis sampah. Salah satu cara pengelolaan sampah, yaitu pemilahan sampah menjadi organik dan anorganik untuk dilakukan proses pemanfaatan berikutnya. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos, biogas, pakan ternak, asap cair, dan briket arang. Sementara sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi berbagai macam produk yang dapat digunakan dan memiliki nilai jual.
Melatih Gerak Dasar Anak Untuk Meningkatkan Koordinasi Gerak Tubuh Pada Guru Himpaudi Kota Surabaya Suharti; Ujang Rohman; Harwanto; Sumardi; Abd.Cholid; Yoso Wiyarno; M. Muhyi
Kanigara Vol 2 No 1 (2022): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v2i1.5075

Abstract

Perkembangan fisik motorik anak usia dini merupakan proses perkembangan yang berkesinambungan, terjadi secara signifikan dalam pembentukan tulang, tumbuh kembang gerakan otot-otot dan saraf sesuai dengan rentang usianya yang akan mempengaruhi keterampilan anak dalam bergerak. Pelatihan gerak dasar motorik pada Anak Usia Dini, yang secara khusus ditujukan bagi pendidik PAUD, merupakan salah satu model peningkatan Sumber Daya Manusia, yang dilakukan sejak dini. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih motorik kasar dan halus, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol dan melakukan koordinasi gerak tubuh, serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat dan terampil. Adapun metode dalam PPM ini adalah metode ceramah dan demonstrasi, metode ceramah bertujuan untuk menjelaskan materi gerak dasar yang dapat menstimulus perkembangan motorik anak PAUD, kemudian tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia 0-6 tahun, permasalahan anak usia dini, teknik stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Sedangkan metode demonstrasi bertujuan untuk mendemonstrasikan teknik stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini dengan pengembangan aspek motorik yang dapat dijadikan acuan dalam proses pendidikan.
The Effects of Physical Activity Numeracy, BMI Literacy, and Health Statistical Reasoning on Physical Fitness among Physical Education Students Suharti; Hendra Setyawan; Lalu Moh Yudha Isnaini; Sabariah; Eka Kurnia Darisman; Mulyono; Henri Gunawan Pratama
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.13852

Abstract

Declining physical activity and lifestyle changes among physical education students may reduce physical fitness, while professional demands require them to design data-informed exercise programmes. This study aimed to analyses the effects of physical activity numeracy ability, BMI literacy, and health statistical reasoning on physical fitness among physical education students. Quantitative correlational survey design was employed. The sample comprised 133 physical education students selected purposively. Data were collected using four-point Likert-scale questionnaires, each consisting of 16 items for physical activity numeracy, BMI literacy, health statistical reasoning, and physical fitness. Item validity was examined using Pearson correlation analysis, showing that all items were valid with item–total coefficients above the critical r value, whereas Cronbach’s alpha coefficients ranged from 0.945 to 0.967. Data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlations, and multiple linear regression, preceded by classical assumption tests. The regression model was significant (R² = 0.573; p < 0.001). Partially, physical activity numeracy (β = 0.504; p < 0.001) and health statistical reasoning (β = 0.284; p = 0.031) had positive and significant effects on physical fitness, whereas BMI literacy showed no significant effect (β = −0.006; p = 0.956). These findings highlight the importance of reinforcing exercise numeracy and health statistical reasoning in physical education curricula to support the design, monitoring, and evaluation of evidence-based exercise programmes, thereby enhancing students’ physical fitness and their readiness as future PE teachers. Longitudinal and structural modelling studies are recommended to minimise multicollinearity and test mediation mechanisms among variables in Indonesian higher education settings.
Pengaruh Model Latihan Fisik dan Motiviasi Belajar terhadap Kesamaptaan Jasmani Siswa Diktuk Bintara POLRI SPN Polda Jawa Timur Pitra Manggala Mukta; Suharti; Yoso Wiyarno
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/kejaora.v11i1.7680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan antara model latihan fisik berbasis pedoman  dashbara bintara dengan model ceramah, motivasi belajar tinggi dengan motivasi belajar rendah dan interaksi keduanya dalam kesamaptaan jasmani siswa Diktuk Bintara Polri. Metode penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan desain faktorial 2x2. Sampel penelitian adalah 120 siswa dengan cara random sampling. Lokasi penelitian di  Sekolah Kepolisian Negara  Polda Jatim  Bangsal Mojokerto. Teknik pengambilan data dengan tes fisik, angket, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan SPSS 13 kuantitatif anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model latihan fisik dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap kesamaptaan jasmani siswa. Model latihan fisik yang bervariatif dan terstruktur lebih efektif dalam meningkatkan kebugaran jasmani siswa, dengan nilai F sebesar 86.963 dan tingkat signifikansi 0.000. Motivasi belajar siswa berperan penting bagi para siswa, dengan nilai F sebesar 9061 dan tingkat signifikansi 0.003., dengan pengertian makin tinggi motivasi belajar siswa maka makin baik hasil latihan fisik.  Model ANOVA  menjelaskan 47,5% variasi dalam kesamaptaan jasmani siswa, dengan arti model cukup efektif untuk menggambarkan hubungan antar faktor tersebut.  Kesimpulan model latihan fisik dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap kesamaptaan jasmani siswa di Diktuk Bintara POLRI SPN Polda Jatim.