Gangguan dalam sistem ketenagalistrikan merupakan suatu ketidaknormalan dalam sistem yang dapat membuat sistem ketenagalistrikan tersebut tidak aman dan handal dalam penyaluran energi listrik. Gangguan terbesar dalam sistem jaringan tenaga listrik adalah gangguan hubung singkat. Gangguan hubung singkat ini dapat menghambat penyaluran energi listrik kepada konsumen dan dapat merusak peralatan listrik. Untuk mengurangi hal tersebut maka perlu adanya pembatas arus gangguan hubung singkat. Metode yang dilakukan dengan pemodelan pemasangan reaktor resistif dibagian busbar, penyulang, dan generator sistem ketenagalistrikan Gardu Induk Ciganea menggunakan aplikasi ETAP. Pemodelan yang dilakukan dengan menggunakan data diagram satu garis Gardu Induk Ciganea, data luas penampang penghantar dan panjang penghantar antar penyulang, data generator dan transformator, serta data rekap gangguan hubung singkat yang pernah terjadi. Dengan pemasangan reaktor pembatas arus ini, arus gangguan hubung singkat diharapkan akan cepat tereduksi dengan penyetelan impedansi resistif yang disesuaikan dengan hasil arus gangguan hubung singkat yang dihasilkan pemodelan. Selain itu, kelemahan pemasangan reaktor pembatas arus ini dapat mengakibatkan susut tegangan. Susut tegangan yang dianjurkan tidak lebih dari 5 % dari tegangan nominal untuk jaringan tegangan menengah. Setelah pemodelan, diharapkan dengan pemasangan reaktor pembatas arus ini dapat memperkecil arus ganggun hubung singkat dan melindungi peralatan listrik dari kerusakan.
Copyrights © 2026