Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan wacana ilmu etnomusikologi khususnya dalam dinamika sejarah, relevansinya pada era kontemporer, serta kaitannya dengan kecerdasan buatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik analisis data yang menggunakan konsep Miles dan Huberman. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan pengertian etnomusikologi erat kaitannya dengan kajian sosial budaya mengenai musik etnis yang ada dalam suatu kelompok tradisi tertentu. Kemudian dinamika sejarah kajian etnomusikologi mulanya berkembang pesat pada akhir abad ke-18 atau awal abad 19, perkembangan ini juga ikut dipengaruhi nantinya dengan kemunculan dari alat perekam suara yang digunakan etnomusikolog dalam penelitian lapangan. Urgensi dari mempelajari etnomusikologi mempunyai relasi terhadap pemahaman yang lebih jauh tentang evolusi musik itu sendiri, disertai juga keragaman sosial budaya yang menyertainya. Penelitian ini juga menekankan bahwa pada era kecerdasan buatan, praktik etnomusikologi menghadapi sebuah tantangan epistemologis yang baru dan berkaitan dengan relasi pengetahuan dan kekuasaan sebagaimana dikemukakan oleh filsuf Michel Foucault, juga persoalan tentang representasi budaya menurut filsuf Stuart Hall, yang mana kecerdasasan buatan berpotensi dalam membentuk, mensimplifikasi, dan juga merepresentasikan musik tradisi dengan melalui sistem data dan juga algoritma yang tidak sepenuhnya bersifat netral.
Copyrights © 2025