Sarmianti Ansar
Institut Kesenian Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ecological Values in Tradition Kajang Community Weaving: Implications for Preservation Culture and Environment Feby Triadi; Muhammad Asdar; Nur Faidzaturrahmah; Sarmianti Ansar; M. Awaluddin
KASTA : Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kasta.v5i3.3487

Abstract

Study This aim for study mark ecological in tradition weaving the Kajang community and the implications to preservation culture and environment. Focus study directed at tradition Tope Le'leng or sarong black as material culture that is not only functioning as product textiles traditional, but also as symbol identity, simplicity, compliance customs and relations harmonious man with nature. Research This use approach qualitative with method ethnography ecological. Data collected through observation participatory, interview in-depth, documentation, and search source relevant written research results. show that mark ecological in tradition Kajang weaving seen in use material natural, especially leaf tarum as dyes, utilization tool weaving traditional made from wood and bamboo, as well as the ongoing production process slow and limited. Tope Le'leng also have meaning symbolic in life social, customs and rituals of the Kajang people, especially as marker simplicity, equality and obedience to Pasang ri Kajang. In addition, the tradition weaving play a role in preservation culture through inheritance knowledge local, especially by women weavers, at the same time show a sustainability model-based wisdom custom. Research This confirm that Tope Le'leng is knot important between material culture, ethics ecology, spirituality and identity Kajang community. Preservation tradition Kajang weaving with thus need placed as part from effort guard culture at a time nurse environment.
Etnomusikologi: Pemahaman Awal, Sejarah, dan Tantangan Epistemologis di Era Kecerdasan Buatan Akbar Bagaskara; Umilia Rokhani; Sarmianti Ansar; Nanda Pertiwi Dwiyanti; Daggo Alanta Dewa
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 2 (2025): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v6i2.1726

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan wacana ilmu etnomusikologi khususnya dalam dinamika sejarah, relevansinya pada era kontemporer, serta kaitannya dengan kecerdasan buatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik analisis data yang menggunakan konsep Miles dan Huberman. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan pengertian etnomusikologi erat kaitannya dengan kajian sosial budaya mengenai musik etnis yang ada dalam suatu kelompok tradisi tertentu. Kemudian dinamika sejarah kajian etnomusikologi mulanya berkembang pesat pada akhir abad ke-18 atau awal abad 19, perkembangan ini juga ikut dipengaruhi nantinya dengan kemunculan dari alat perekam suara yang digunakan etnomusikolog dalam penelitian lapangan. Urgensi dari mempelajari etnomusikologi mempunyai relasi terhadap pemahaman yang lebih jauh tentang evolusi musik itu sendiri, disertai juga keragaman sosial budaya yang menyertainya. Penelitian ini juga menekankan bahwa pada era kecerdasan buatan, praktik etnomusikologi menghadapi sebuah tantangan epistemologis yang baru dan berkaitan dengan relasi pengetahuan dan kekuasaan sebagaimana dikemukakan oleh filsuf Michel Foucault, juga persoalan tentang representasi budaya menurut filsuf Stuart Hall, yang mana kecerdasasan buatan berpotensi dalam membentuk, mensimplifikasi, dan juga merepresentasikan musik tradisi dengan melalui sistem data dan juga algoritma yang tidak sepenuhnya bersifat netral.