Afiksasi menjadi kekayaan bahasa dalam Kumpulan carpon Sunda Parawan jeung Dedemit karya Yus Rusamsi, berperan tidak hanya gramatikal tetapi juga memperkaya ekspresi sastra dan menegaskan kreativitas pengarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis teks, melalui pengamatan carpon secara keseluruhan dan analisis kalimat demi kalimat, dengan tujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan fungsi afiks serta memahami kontribusinya terhadap makna dan karakter naratif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan berbagai bentuk afiksasi yang meliputi prefiks, infiks, sufiks, konfiks, dan ambifiks dengan tingkat penggunaan yang beragam. Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa rarangkén dalam teks sastra Sunda memiliki produktivitas yang tinggi dalam pembentukan kata dan makna. Selain itu, penggunaan afiksasi dalam kumpulan carpon ini memperlihatkan bahwa proses morfologis tidak hanya berfungsi membentuk struktur kata, tetapi juga mendukung penggambaran suasana, tindakan, emosi, serta hubungan antartokoh dalam cerita. Dengan demikian, afiksasi dalam Parawan jeung Dedemit dapat dipahami sebagai unsur kebahasaan yang penting sekaligus sebagai perangkat stilistika yang memperkuat nilai estetis karya sastra Sunda.
Copyrights © 2026