Perkembangan teknologi di era digital telah memberikan kemudahan ke dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam hal komunikasi, transportasi, serta sektor keuangan. Perubahan yang terjadi di dalam sektor keuangan ini salah satunya ialah inovasi teknologi pembayaran non-tunai atau QRIS. Namun, tidak semua pelaku UMKM mampu beradaptasi dengan digitalisasi transaksi dan pengelolaan keuangan, sehingga memunculkan perbedaan dalam efektivitas usaha dan pencapaian pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan QRIS dan literasi keuangan digital terhadap pendapatan UMKM di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuisioner kepada pelaku UMKM, populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.362, penentuan sampel menggunakan rumus slovin dengan total sampel sebanyak 100 responden dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan QRIS dan literasi keuangan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM secara parsial maupun simultan, yang berarti semakin optimal penggunaan QRIS dan semakin baik literasi keuangan digital pelaku UMKM, maka semakin tinggi potensi peningkatan pendapatan usaha. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkuat kajian digitalisasi sektor UMKM serta implikasi praktis bagi pelaku usaha, pemerintah, dan penyedia layanan keuangan dalam mendorong literasi digital dan adopsi sistem pembayaran berbasis teknologi guna mendukung peningkatan pendapatan UMKM di era digital.
Copyrights © 2026