PLTU kapasitas 4 x 25 MW yang terintegrasi dengan plant smelter grade alumina di Sungai Tengar, Provinsi Kalimantan Barat, menggunakan heat exchanger tipe plat (oil cooler) model BR015-4 untuk menjaga suhu oli pelumas pompa feedwater pump (FWP) dalam rentang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja perpindahan panas pada heat exchanger tersebut, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi operasinya, serta memverifikasi kesesuaian operasi dengan spesifikasi pabrikan. Pengumpulan data dilakukan selama 48 jam operasi kontinu dengan pengukuran parameter suhu, tekanan, dan pemeriksaan kondisi internal alat. Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi suhu maksimal operasi 80°C, suhu oli masuk 48°C, luas permukaan perpindahan panas 6 m², laju aliran oli 0,8 m/s pada operasi normal (1 pompa aktif) dan 1,2 m/s pada operasi preventif (2 pompa aktif), serta laju aliran air 1,0 m/s. Perhitungan laju perpindahan panas (Q), selisih suhu logaritmik (LMTD), dan koefisien perpindahan panas keseluruhan (U) menunjukkan bahwa pada operasi normal (1 pompa oli aktif), nilai U=245,2 W/m²⋅°C berada di bawah standar industri (400–800 W/m²⋅°C) akibat fouling dan suhu air pendingin yang melebihi spesifikasi. Pada operasi 2 pompa oli aktif selama proses preventif perpindahan pompa oli, nilai U meningkat menjadi 512,5 W/m²⋅°C (masuk dalam rentang standar) dengan tekanan oli inlet sesuai batas aman 0,40 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa heat exchanger mampu memenuhi kebutuhan operasional pompa feedwater, namun perlu dilakukan pembersihan berkala dan pemeliharaan untuk meningkatkan efisiensi perpindahan panas lebih lanjut.
Copyrights © 2026