Transformasi perpustakaan pada era digital menuntut perubahan fungsi dari sekadar tempat penyimpanan koleksi menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem pengelolaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun (Perpustakaan Caruban) dalam menghadapi transformasi digital, disrupsi informasi, dan tantangan geografis. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi. Analisis difokuskan pada empat aspek, yaitu otomasi perpustakaan, pengembangan koleksi, layanan pemustaka, dan implementasi literasi terapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem otomasi Inlislite dan platform digital iMadiunKab meningkatkan aksesibilitas layanan serta efisiensi pengelolaan perpustakaan. Selain itu, kebijakan layanan bebas denda dan program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan bagi UMKM dan kreator konten digital, memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat inklusi sosial dan pengembangan ekonomi lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan perpustakaan yang adaptif mampu mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan di era digital.
Copyrights © 2026