Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran fisika, khususnya pada materi fluida statis yang berkaitan erat dengan fenomena dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi tekanan hidrostatis dalam konteks instalasi penyediaan air berdasarkan tahapan pemecahan masalah menurut teori Polya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen tes esai yang terdiri atas empat butir soal, di mana setiap soal merepresentasikan satu tahapan pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana, dan mengevaluasi kembali hasil penyelesaian. Data dianalisis dengan mengelompokkan kemampuan peserta didik ke dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan nilai rata-rata (mean) dan simpangan baku (standard deviation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik berada pada kategori sedang hingga rendah pada hampir seluruh indikator kemampuan pemecahan masalah. Peserta didik relatif lebih baik dalam tahap menyusun rencana dan melaksanakan penyelesaian, namun masih mengalami kesulitan pada tahap memahami masalah serta mengevaluasi kembali hasil yang diperoleh. Temuan ini menunjukkan bahwa peserta didik belum terbiasa melakukan analisis masalah secara mendalam dan merefleksikan hasil penyelesaian yang telah dilakukan. Oleh karena itu, pembelajaran fisika perlu dirancang secara lebih sistematis untuk melatih peserta didik melalui seluruh tahapan pemecahan masalah sehingga kemampuan pemecahan masalah dapat berkembang secara optimal dan bermakna.
Copyrights © 2026