IKRA-ITH ABDIMAS
Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026

EKSTRAKSI DAN PENENTUAN KADAR SELULOSA DARI EMPULUR BATANG GEWANG (Corypha utan Lamk.) MELALUI METODE ALKALI DAN ACETOSOLV

Imanuella Aprilya Eunike Blegur (Universitas Nusa Cendana)
Herianus J.D. Lalel (Universitas Nusa Cendana)
Nixon Rammang (Universitas Nusa Cendana)
Roni Haposan Sipayung (Universitas Nusa Cendana)



Article Info

Publish Date
02 Jul 2026

Abstract

Empulur batang Gewang merupakan biomassa palma non-kayu yang melimpah diNusa Tenggara Timur, namun pemanfaatannya sebagai sumber selulosa strukturalbelum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan (1) menentukan kandungan selulosadan lignin residu empulur batang Gewang dengan metode serat deterjen ADF–ADL,(2) membandingkan efektivitas metode ekstraksi alkali soda– AQ dan acetosolvterhadap rendemen selulosa yang dihasilkan, (3) menganalisis pengaruh agenbleaching hidrogen peroksida (H₂O₂) dan natrium hipoklorit (NaOCl) terhadaprendemen dan kecerahan selulosa, serta (4) mengkarakterisasi panjang seratselulosa empulur batang Gewang. Analisis ADF–ADL menunjukkan bahwa empulurbatang Gewang memiliki selulosa residu sekitar 10,25% dan lignin residu 1,02%pada basis berat kering, menandakan fraksi selulosa struktural yang terbatas dandominasi karbohidrat non- struktural. Ekstraksi menggunakan metode alkali soda–AQ menghasilkan rendemen selulosa 12,7%, sedangkan metode acetosolv hanya3,2% dari berat kering bahan awal. Proses bleaching dengan kombinasi metodeekstraksi dan agen pemutih memberikan rendemen 54,7% (acetosolv–H₂O₂), 54,0%(alkali–H₂O₂), 49,6% (acetosolv–NaOCl), dan 38,3% (alkali–NaOCl), dengan nilaikecerahan L berturut-turut 64,87; 62,31; 71,40; dan 67,97. Analisis One-WayANOVA diikuti uji lanjut Bonferroni menunjukkan bahwa perbedaan kecerahanantar perlakuan bleaching bersifat nyata (p < 0,05). Pengukuran 300 seratmenghasilkan panjang serat rata-rata 0,53 mm dengan kisaran 0,15–1,20 mm,sehingga serat selulosa empulur batang Gewang tergolong serat pendek. Secarakeseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa empulur batang Gewangmemiliki potensi terbatas sebagai sumber selulosa struktural, dengan metode alkalisoda–AQ lebih efektif dibandingkan acetosolv dalam melepaskan selulosa. Ditinjau dari karakter panjang serat dan rendemen, selulosa empulur batang Gewang lebihberpotensi dimanfaatkan sebagai komponen campuran dalam sistem pulp non-kayu,bahan pengisi komposit, atau bahan baku awal produk selulosa bernilai tambah skalaterbatas, daripada sebagai sumber utama pulp kertas berkekuatan tinggi.Kata kunci: selulosa, empulur batang Gewang, alkali soda–AQ, acetosolv,bleaching, panjang serat

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

IKRAITH-ABDIMAS

Publisher

Subject

Computer Science & IT

Description

This IKRA-ITH Abdimas scientific journal is a Scientific Community Service Journal published by the Institute of Research and Community Service from YAI Persada Indonesia University. This scientific journal is a means of pouring out the ideas and activities of lecturers working in the field of ...