Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan
Vol 7, No 3: Agustus (2026)

Comparison Of Milkfish And Green Mussley Farming Efficiency In Abrasion-Affected Areas In Demak

Bagas Wahyu Pratama (Universitas Sebelas Maret)
Erlyna Wida Riptanti (Universitas Sebelas Maret)
Sri Marwanti (Universitas Sebelas Maret)



Article Info

Publish Date
04 Aug 2026

Abstract

Abrasi pantai parah di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, telah menurunkan produktivitas tambak secara signifikan, memaksa masyarakat pesisir beradaptasi ekonomi radikal, beralih dari budidaya bandeng tradisional ke kerang hijau. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan rata-rata produksi, biaya, pendapatan, serta tingkat efisiensi budidaya antara tambak bandeng dan kerang hijau sebagai strategi adaptasi di daerah terdampak abrasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi dipilih sengaja di Desa Sriwulan, Bedono, dan Timbulsloko, melibatkan 60 responden terbagi rata menjadi 30 petambak bandeng dan 30 pembudidaya kerang hijau. Analisis data meliputi perhitungan biaya, pendapatan, penghasilan, serta analisis efisiensi menggunakan Rasio Pendapatan/Biaya (R/C) dan Data Envelopment Analysis (DEA) model Variable Returns to Scale (VRS), dilengkapi Independent Samples T-Test. Hasil menunjukkan budidaya kerang hijau berkinerja lebih baik daripada bandeng, mencapai produksi rata-rata 3.623 kg per unit, total biaya Rp10.427.680, dan pendapatan Rp25.412.362,50, dibanding produksi bandeng 1.320 kg, biaya Rp19.332.691, serta pendapatan Rp17.162.633,33. Secara ekonomi, budidaya kerang hijau lebih efisien dengan Rasio R/C sebesar 3,7543 dibandingkan 1,8317 untuk bandeng. Secara teknis, pembudidaya kerang hijau mencapai skor efisiensi lebih tinggi (0,78003) daripada petambak bandeng (0,51427). Perbedaan efisiensi ini signifikan secara statistik, meskipun pendapatan individu tetap sebanding. Kesimpulannya, budidaya kerang hijau berfungsi sebagai strategi adaptasi yang lebih efisien dan menguntungkan. Disarankan agar petambak bandeng mengevaluasi input tenaga kerja eksternal guna mengurangi inefisiensi, sementara pemerintah harus mendorong transformasi bisnis melalui kebijakan pesisir adaptif.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

juvenil

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Earth & Planetary Sciences Environmental Science

Description

Juvenil: Journal of Marine and Fisheries Sciences, is a scientific journal in the field of marine and fisheries science published electronically and periodically four times a year by the Department of Marine Affairs and Fisheries, Trunojoyo University, Madura. This journal aim to become a medium of ...