Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen)
Vol 8, No 1 (2026): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Februari 2026

Menghidupi Imago Dei Di Tengah Fenomena Phubbing Dan Krisis Kehadiran

Yusuf Slamet Handoko (Sekolah Tinggi Teologi Cianjur)



Article Info

Publish Date
28 Feb 2026

Abstract

The development of digital technology in the post-digital era has shaped new patterns in human social and spiritual relationships. Behind the intensity of digital connectivity, a crisis of presence has emerged, marked by a decline in the quality of interpersonal communication and a diminished sensitivity to actual physical presence. One concrete expression of this presence crisis is the phenomenon of phubbing, the practice of ignoring people who are physically present in favor of attention to digital devices. This study aims to analyze phubbing as a form of relational alienation while affirming relational spirituality as a way to embody imago Dei within the framework of Christian communication theology. The study employs a qualitative method through library research with a reflective-theological approach, analyzing theological, sociological, and phenomenological literature related to communication, digitalization, and Christian spirituality. The findings indicate that phubbing is not merely an issue of communication ethics but also a manifestation of a theological crisis of presence, as it diminishes the meaning of human relationships as a reflection of imago Dei. Therefore, relational spirituality, which emphasizes tangible presence, openness, and relational responsibility, is understood as the antithesis of phubbing in the post-digital era. These findings contribute to the development of contextual Christian communication theology and have significant implications for pastoral practice and Christian education in fostering a culture of presence that truly humanizes.AbstrakPerkembangan teknologi digital dalam era post-digital telah membentuk pola baru dalam relasi sosial dan spiritual manusia. Di balik intensitas konektivitas digital, muncul krisis kehadiran yang ditandai oleh menurunnya kualitas komunikasi interpersonal serta melemahnya kepekaan terhadap kehadiran fisik yang nyata. Salah satu ekspresi konkret dari krisis kehadiran tersebut adalah fenomena phubbing, yaitu praktik mengabaikan orang yang hadir secara langsung demi perhatian pada perangkat digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis phubbing sebagai bentuk alienasi relasional sekaligus menegaskan spiritualitas relasional sebagai cara menghidupi imago Dei dalam kerangka teologi komunikasi Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dengan pendekatan reflektif-teologis, dengan menganalisis literatur teologis, sosiologis, dan fenomenologis yang berkaitan dengan komunikasi, digitalisasi, dan spiritualitas Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa phubbing tidak hanya merupakan persoalan etika komunikasi, tetapi juga manifestasi krisis kehadiran yang bersifat teologis karena mereduksi makna relasi antarmanusia sebagai cerminan imago Dei. Oleh karena itu, spiritualitas relasional yang menekankan kehadiran nyata, keterbukaan, dan tanggung jawab relasional dipahami sebagai antitesis terhadap phubbing di era post-digital. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan teologi komunikasi Kristen yang kontekstual serta memiliki implikasi signifikan bagi praktik pastoral dan pendidikan Kristen dalam membangun budaya kehadiran yang memanusiakan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

Veritas

Publisher

Subject

Education Other

Description

Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) diterbitkan dua kali dalam 1 tahun (Februari dan Agustus) oleh Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara. Veritas Lux Mea menerima artikel ilmiah dari dosen, mahasiswa, praktisi teologi maupun pendidikan Kristen. Jurnal ini pun telah memiliki ...