Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen)
Vol 8, No 1 (2026): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Februari 2026

Rekonsiliasi dalam Perspektif Teologi Kristen: Hukuman atau Pertobatan, Mengingat atau Melupakan

Christian Roy Panggabean (Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta)
Ruth Sopiana Sianturi (Sekolah Tinggi Filsafat Jakarta)
Carel Hot Asi Siburian (Sekolah Tinggi Filsafat Jakarta)



Article Info

Publish Date
31 Jan 2026

Abstract

Reconciliation will always be the ultimate goal of a problem. At least that is what is often said when a conflict arises. But in practice, reconciliation is not that easy. This article will show that reconciliation may indeed be the ultimate goal of a problem, but the process towards reconciliation is not easy. At least elements of punishment or repentance and remembering or forgetting are present in the process. It is not uncommon for people to choose to go straight to reconciliation without going through the four elements mentioned above. The main focus is on the argument that reconciliation is the culmination of remembrance and forgiveness, even if the path is not the same. It is therefore necessary to clarify the reasons why the process of reconciliation is so difficult and, in some cases, unnecessary. This article offers two paths to reconciliation: through punishment or repentance. We also try to analyze what might happen during the process. Thus we can see how complex the interrelationship between the processes of remembrance, forgiveness, and reconciliation is.AbstrakRekonsiliasi akan selalu menjadi tujuan akhir dari sebuah permasalahan. Paling tidak hal tersebut yang sering kali disampaikan ketika muncul sebuah konflik. Namun dalam praktiknya, rekonsiliasi ternyata tidak semudah itu. Artikel ini akan menunjukkan bahwa rekonsiliasi mungkin memang merupakan tujuan akhir dari sebuah permasalahan, namun proses menuju rekonsiliasi tersebut tidaklah mudah. Setidaknya elemen mengenai hukuman atau pertobatan dan mengingat atau melupakan hadir dalam proses menuju tahapan rekonsiliasi tersebut. Bahkan tidak jarang seseorang memilih untuk langsung menuju tahapan rekonsiliasi tanpa melalui keempat elemen yang disebut di atas. Fokus utamanya terletak pada argumen bahwa rekonsiliasi merupakan puncak dari ingatan dan pengampunan, meskipun jalan yang dilalui tidak satu. Sebab itu dibutuhkan kejelasan alasan mengapa proses rekonsiliasi itu sangat menyulitkan, bahkan dalam beberapa kasus, dirasa tidak dibutuhkan. Artikel ini menawarkan dua jalan menuju proses rekonsiliasi yaitu melalui hukuman atau melalui pertobatan. Kami juga mencoba menganalisis hal-hal apa saja yang mungkin terjadi selama menuju proses tersebut. Dengan demikian kita dapat melihat betapa kompleksnya keterkaitan antara proses mengingat, pengampunan, dan rekonsiliasi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

Veritas

Publisher

Subject

Education Other

Description

Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) diterbitkan dua kali dalam 1 tahun (Februari dan Agustus) oleh Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara. Veritas Lux Mea menerima artikel ilmiah dari dosen, mahasiswa, praktisi teologi maupun pendidikan Kristen. Jurnal ini pun telah memiliki ...