Era digital telah mengubah cara umat Islam mengakses dan menyebarkan hadis, dengan platform digital menjadi sumber utama informasi keislaman. Namun, transformasi ini menimbulkan tantangan terkait kualitas dan kredibilitas sumber hadis online. Penelitian ini mengkaji metode evaluasi sanad dan matan untuk menilai validitas hadis di ruang digital, dengan menyoroti peran teknologi seperti blockchain dan kecerdasan buatan dalam mendukung kredibilitas informasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya literasi keagamaan masyarakat, kurangnya klasifikasi hadis yang jelas, serta penyebaran hadis tidak valid di platform digital dapat memengaruhi pemahaman keagamaan umat Islam. Rekomendasi diberikan untuk meningkatkan validitas hadis digital melalui kolaborasi antara ulama, akademisi, dan pengembang teknologi. Hasil ini memperkuat urgensi pengintegrasian literasi digital dalam pendidikan Islam guna menghadapi tantangan era modern
Copyrights © 2026