This community service program was motivated by problems faced by millennial farmers of PCPM Dau in hydroponic lettuce cultivation, including the high incidence of tip burn, suboptimal monitoring of nutrient solution pH and EC, and weak product branding and digital marketing. This program aimed to strengthen partners’ capacity in managing hydroponic lettuce plant health through nutrient formula innovation based on calcium and magnesium balance, nutrient solution monitoring, product identity development, and digital marketing enhancement. The methods included community education, training, science and technology diffusion, mentoring, and evaluation. The activity was conducted in Mulyoagung Village, Dau District, Malang Regency, involving 10 millennial farmers of PCPM Dau who manage an NFT hydroponic system. The results showed that the application of the nutrient formula and pH and EC monitoring reduced tip burn incidence from 30–40% to less than 10%. Marketable yield increased from 10–20 kg per cycle to 20–30 kg per cycle. In addition, the partners developed a product brand identity and began utilizing social media as a digital marketing platform. This program demonstrates that integrating nutrient innovation, branding, and digital marketing can serve as an applicable mentoring model for developing more productive and competitive millennial hydroponic farming.ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi petani milenial PCPM Dau dalam budidaya selada hidroponik, yaitu tingginya kejadian tip burn, belum optimalnya monitoring pH dan EC larutan nutrisi, serta belum kuatnya branding dan pemasaran digital produk. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas mitra dalam mengelola kesehatan tanaman selada hidroponik melalui inovasi formula nutrisi berbasis keseimbangan kalsium dan magnesium, monitoring larutan nutrisi, serta penguatan identitas produk dan pemasaran digital. Metode kegiatan meliputi pendidikan masyarakat, pelatihan, difusi ipteks, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dengan melibatkan 10 petani milenial PCPM Dau yang mengelola sistem hidroponik NFT. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan formula nutrisi dan monitoring pH serta EC mampu menurunkan kejadian tip burn dari 30–40% menjadi kurang dari 10%. Hasil panen layak jual meningkat dari 10–20 kg per siklus menjadi 20–30 kg per siklus. Selain itu, mitra mulai memiliki identitas merek produk dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi inovasi nutrisi, branding, dan pemasaran digital dapat menjadi model pendampingan aplikatif bagi pengembangan pertanian hidroponik milenial yang lebih produktif dan berdaya saing.
Copyrights © 2026