Keripik wortel merupakan salah satu produk unggulan UMKM di Kota Batu, Jawa Timur, yang memanfaatkan hasil pertanian wortel lokal sebagai bahan baku utama. Namun, sebagian besar pelaku usaha keripik wortel belum menerapkan standar kehigienasan yang memadai dalam proses produksi, sehingga berpotensi menurunkan kualitas produk dan daya saing di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penyuluhan kehigienasan terhadap peningkatan pengetahuan, perilaku produksi, dan kualitas produk keripik wortel pada pelaku UMKM di Kota Batu. Metode kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif partisipatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, pre-test dan post-test, serta dokumentasi terhadap 25 peserta penyuluhan. Penyuluhan dilaksanakan selama 4 hari dengan materi personal hygiene, sanitasi peralatan, sanitasi tempat produksi, penanganan bahan baku yang aman, dan pengemasan higienis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta rata-rata sebesar 72%, dari skor pre-test 41,6 menjadi 83,2 pada post-test. Sebanyak 88% peserta menerapkan praktik higiene personal dengan baik, 80% melakukan sanitasi peralatan secara rutin, dan 76% mulai mengurus sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Program penyuluhan kehigienasan terbukti efektif meningkatkan kapasitas pelaku UMKM keripik wortel di Kota Batu dalam menerapkan standar keamanan pangan yang baik.
Copyrights © 2026