Hymenachne amplexicaulis (rumput kumpai) merupakan hijauan tropis dengan potensi besar sebagai sumber pakan berkelanjutan di lahan rawa. Tinjauan ini secara sistematis menganalisis adaptasi morfologis dan fisiologisnya terhadap genangan, hipoksia, tanah masam, dan toksisitas aluminium, serta responsnya terhadap intervensi biologis seperti Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan pupuk organik. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa tanaman ini mampu membentuk aerenkima, menjaga keseimbangan rasio K⁺/Na⁺, serta menekan stres oksidatif sehingga tetap mampu tumbuh pada lahan suboptimal. Integrasi FMA dan pupuk organik terbukti meningkatkan biomassa, kandungan protein kasar, serta kecernaan hijauan. Potensi pemanfaatan lainnya, termasuk suplementasi dalam ransum ternak dan kontribusi terhadap mitigasi emisi gas rumah kaca, semakin menegaskan nilai strategisnya. Meski demikian, pengelolaan yang ketat tetap diperlukan untuk mencegah sifat invasifnya, disertai seleksi genotipe unggul dan penelitian lanjutan mengenai mekanisme toleransi cekaman pada tingkat molekuler. Dengan pendekatan integratif yang mencakup aspek agronomi, ekologi, dan bioteknologi, Hymenachne amplexicaulis berpotensi menjadi komponen kunci dalam sistem pakan tropis berkelanjutan.
Copyrights © 2026