Pendidikan dasar inklusif di Indonesia telah didukung oleh kebijakan yang kuat, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kesenjangan. Penelitian ini bertujuan menyintesis bukti empiris mengenai kompetensi guru, dukungan sekolah, dan partisipasi anak berkebutuhan khusus (ABK), serta menganalisis keterkaitan ketiganya dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di SD/MI. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Penelusuran artikel pada Google Scholar, SINTA, dan DOAJ periode 2020–2025 menghasilkan 203 artikel, dengan 32 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi guru masih terkendala oleh terbatasnya pelatihan pembelajaran inklusif, sedangkan dukungan sekolah bervariasi, terutama pada ketersediaan guru pendamping khusus (GPK) dan adaptasi kurikulum. Partisipasi ABK dipengaruhi oleh pembelajaran berdiferensiasi dan iklim sekolah yang inklusif. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan secara sistemik. Penelitian ini menawarkan kerangka integratif yang menegaskan bahwa penguatan kompetensi guru, dukungan sekolah, dan partisipasi ABK merupakan prasyarat utama keberhasilan pendidikan dasar inklusif di Indonesia.
Copyrights © 2026