Nelayan tradisional di Kampung Mandar, Banyuwangi, masih bergantung pada es balok untuk mengawetkan hasil tangkapan, yang mengakibatkan biaya operasional tinggi (Rp30.000/hari) dan tingkat kerusakan ikan mencapai 15–20% akibat metode penyimpanan yang tidak optimal serta rendahnya literasi teknologi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi hybrid freezer berbasis panel surya guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pendapatan nelayan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui enam tahapan: identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan instalasi, demonstrasi operasional, pendampingan 2–4 minggu, dan evaluasi, yang melibatkan 20 nelayan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dan keterampilan nelayan dari 28,8 menjadi 85,8 (+57 poin), dengan 100% peserta mengalami peningkatan ≥50% dan 85% mampu melakukan instalasi mandiri. Implementasi sistem pada kapal menghasilkan suhu ruang palka stabil pada 0,9–1,8°C, durasi operasi 8,2 jam, dan waktu capai 5°C sekitar 78,8 menit. Dampak ekonomi yang diperoleh meliputi penghematan biaya es Rp7,2 juta/tahun, penurunan kerusakan ikan dari 20% menjadi 5%, peningkatan harga jual 20%, serta peningkatan pendapatan bersih nelayan hingga Rp102 juta/tahun. Kesimpulannya, kegiatan diseminasi ini berhasil meningkatkan kapasitas nelayan secara signifikan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata, sehingga teknologi ini layak untuk diperluas dan diterapkan secara berkelanjutan pada kelompok nelayan lainnya.
Copyrights © 2026