Berdasarkan perkembangan psikologis dan sosial, wanita dewasa awal diharapkan memiliki social skill yang matang. Namun, banyak dari mereka menunjukkan keterlibatan emosional berlebih terhadap idola sehingga mengabaikan interaksi sosial nyata di sekitarnya. Fenomena ini dikenal sebagai interaksi parasosial yang menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana social skill mereka berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran social skill pada wanita dewasa awal penggemar K-Pop yang terlibat interaksi parasosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, serta kuesioner sebagai alat screening untuk menentukan subjek yang sesuai kriteria. Subjek penelitian berjumlah tiga wanita berusia 18-25 tahun, berdomisili di Bandung, penggemar K-Pop baik boygroup ataupun girlgroup, dan memiliki interaksi parasosial tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek mampu berpartisipasi dalam aktivitas sosial, namun masih mengalami kesulitan dalam memahami aspek kognisi sosial. Temuan ini berkaitan dengan dinamika lingkungan sosial subjek, baik dalam relasi pertemanan maupun keluarga.
Copyrights © 2026