Guru merupakan ujung tombak dalam proses pembelajaran memberikan dukungan pencapaian hasil belajar. Lingkungan fisik yang memenuhi syarat mendukung meningkatnya proses pembelajaran. Begitu pula kondisi sosio-emosional guru dalam menstransfer ilmu berpengaruh terhadap gairah belajar siswa. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh manajemen kelas, kompetensi guru, sarana prasarana belajar terhadap implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah. Permasalahan umumnya terjadi dalam implementasi berkaitan dengan kemampuan guru mengikuti perkembangan teknologi sebagai dasar pembelajaran era Kurikulum Merdeka. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif, jumlah sampel 238 orang ditentukan secara randomĀ dariĀ populasi 743 orang guru. Hasil temuan membuktikan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di tingkat sekolah belum optimal. Meskipun materi telah disiapkan, pelatihan, sosialisasi telah dilaksanakan, peran guru penggerak masih terbatas, kepala sekolah belum terlibat aktif. Pada tingkat kelas, guru menghadapi keterbatasan pengalaman, sedangkan pemahaman siswa terhadap kurikulum masih rendah. Temuan membuktikan ada pengaruh signifikan (47,9) terhadap implementasi kurikulum Merdeka Belajar
Copyrights © 2026