Mutu Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Kampar masih menjadi tantangan, ditandai dengan keterbatasan sarana praktik, rendahnya relevansi kompetensi lulusan terhadap kebutuhan industri, serta hanya 26,4% guru yang telah tersertifikasi. Di balik persoalan struktural tersebut, faktor kepemimpinan kepala sekolah, komunikasi interpersonal, dan kepribadian guru diduga turut berperan sebagai determinan mendasar yang memengaruhi pencapaian mutu sekolah, namun pengaruh ketiganya secara simultan belum banyak diuji secara empiris pada konteks pendidikan kejuruan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah, komunikasi interpersonal, dan kepribadian guru terhadap mutu SMK di Kabupaten Kampar, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan sampel 116 guru dari populasi 165 guru; data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah tidak berpengaruh signifikan terhadap mutu sekolah, sedangkan komunikasi interpersonal dan kepribadian guru masing-masing berpengaruh signifikan, dengan kepribadian guru sebagai faktor paling dominan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap mutu sekolah, dengan kontribusi sebesar 43,8%. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan mutu SMK lebih ditentukan oleh sinergi komunikasi interpersonal dan kepribadian guru dibandingkan gaya kepemimpinan kepala sekolah semata, sehingga strategi peningkatan mutu perlu diarahkan pada penguatan aspek relasional dan individual di lingkungan sekolah, tanpa mengabaikan peran kepemimpinan sebagai faktor pendukung.
Copyrights © 2026