Masjid berpotensi menjadi pusat pendidikan nonformal, namun banyak masjid belum mengoptimalkan fungsi edukatifnya secara sistematis, terutama di wilayah pedesaan yang aksesnya terhadap pendidikan formal terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi Masjid Al Islah, Desa Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, sebagai pusat pembelajaran berbasis komunitas dan dampaknya terhadap peningkatan literasi keagamaan masyarakat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif fenomenologis, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Al Islah menjalankan fungsi edukatif melalui empat program: jamaah tahlil, diba'an, istighosah, dan TPQ Ar-Ridho, yang terbukti meningkatkan literasi Al-Qur'an, memperdalam pemahaman akidah dan fikih, serta mendorong internalisasi nilai Islam. Faktor pendukung meliputi partisipasi aktif jamaah, kepemimpinan tokoh agama, dan budaya gotong royong; sedangkan keterbatasan fasilitas, rendahnya keterlibatan generasi muda, dan pengaruh digital menjadi penghambat. Temuan ini menegaskan urgensi penguatan kelembagaan masjid sebagai pusat pembelajaran keagamaan berkelanjutan di pedesaan.
Copyrights © 2026