Rendahnya kebiasaan membaca siswa sekolah dasar merupakan tantangan literasi yang bersifat multifaktorial. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal penyebab rendahnya kebiasaan membaca siswa kelas V di SDIT Kabupaten Pelalawan, Riau. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus diterapkan. Enam informan—satu wali kelas dan lima siswa—dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa faktor internal dominan adalah kebutuhan psikologis dan sikap yang tidak konsisten; siswa membaca hanya saat mengerjakan tugas. Faktor eksternal utama meliputi dominasi gawai, kondisi sosial ekonomi keluarga, dan keterbatasan variasi bahan bacaan. Rendahnya kebiasaan membaca bersumber dari lemahnya motivasi intrinsik yang diperparah minimnya keteladanan lingkungan. Diperlukan program intervensi berbasis penguatan motivasi psikologis melalui sinergi guru dan orang tua.
Copyrights © 2026