Keberlanjutan bisnis semakin menjadi tuntutan utama dalam persaingan global, terutama bagi perusahaan di pasar negara berkembang seperti Indonesia. Meningkatnya tekanan regulasi dan ekspektasi investor terhadap praktik ramah lingkungan menuntut perusahaan untuk mengintegrasikan tanggung jawab lingkungan dan tata kelola yang baik ke dalam strategi bisnis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Green Accounting, Environmental Performance, dan Corporate Governance terhadap Company Value. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain asosiatif-kausal non-eksperimental. Populasi penelitian meliputi seluruh perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2019–2024. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel akhir 200 perusahaan yang memenuhi kriteria kelengkapan laporan keuangan tahunan dan keberlanjutan. Data sekunder diperoleh melalui laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan data pasar modal resmi. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Green Accounting dan praktik Corporate Governance memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan, sedangkan Environmental Performance justru berdampak negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kinerja lingkungan penting untuk keberlanjutan, pasar cenderung lebih menghargai tata kelola yang kuat dan pengungkapan lingkungan yang kredibel. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya kombinasi antara investasi lingkungan, akuntansi hijau, dan tata kelola perusahaan yang baik untuk meningkatkan nilai perusahaan dan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia.
Copyrights © 2026