This study aims to describe the factors underlying the creativity of the Bungo Lado tradition, the forms of creativity, and the impact of bungo lado creativity on the people of Lubuk Pandan Village. This study utilizes Utami Munandar's 4Ps theory of creativity, which includes person, press, process, and product. The research method employed is qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation, complemented by literature review. The results indicate that the bungo lado tradition in Lubuk Pandan Village is commonly referred to as tabuik because it has undergone creative processes and is paraded collectively. The factors behind this creativity are divided into internal factors, namely the creative ideas of young people, and external factors, namely community support, government assistance, developments, the variety of decorations available to decorate the bungo lado, and technological advances. Furthermore, forms of creativity found include the Grand Mosque of West Sumatra, dam gates, jars, catfish, guard posts, airplanes, cocoa/chocolate monuments, trophies, male alang-alang, cars, the Lubuk Pandan people's struggle monument, mosque domes, laga-laga, boat, and chickens. The creativity of the bungo lado tradition has had an impact on the development, economy, social, and culture of the people of Nagari Lubuk Pandan.Keywords: Creativity , Bungo Lado Tradition, West SumatraPenelitian ini mendeskripsikan faktor-faktor yang melatarbelakangi kreativitas tradisi bungo lado, bentuk-bentuk kreativitas dan dampak kreativitas bungo lado bagi masyarakat Nagari Lubuk Pandan. Penelitian ini menggunakan teori kreativitas 4P oleh Utami Munandar yang terdiri dari person (pribadi), press (dorongan), process (proses) dan product (produk). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan dilengkapi oleh studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tradisi Bungo lado di Nagari Lubuk Pandan akrab disebut tabuik karena sudah mengalami kreativitas dan di hoyak (diarak-arak) secara bersama-sama. Adapun faktor-faktor yang melatarbelakangi kreativitas ini terbagi menjadi faktor internal yaitu adanya ide dari dalam diri pemuda-pemuda untuk berkreasi dan faktor eksternal yaitu dukungan dari seluruh masyarakat, bantuan dari pemerintah, perkembangan zaman, beragamnya hiasan yang tersedia untuk menghias bungo lado, dan kemajuan teknologi. Selanjutnya bentuk-bentuk kreativitas yang ditemukan diantaranya Masjid Raya Sumatera Barat, pintu bendungan, guci, ikan lele, pos ronda, pesawat, tugu kakao/coklat, piala, alang-alang jantan, mobil, tugu perjuangan rakyat Lubuk Pandan, kubah masjid, laga-laga, biduk, dan ayam. Kreativitas tradisi bungo lado ini berdampak terhadap pembangunan, ekonomi, sosial dan budaya bagi masyarakat Nagari Lubuk Pandan.Kata kunci: Kreativitas, Tradisi Bungo Lado, Sumatra Barat
Copyrights © 2026