Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan dinamika transformasi partisipasi demokratis Generasi Z pada era digital, khususnya pergeseran dari ekspresi di platform media sosial menuju aksi konkret dalam ranah sosial dan politik. Sebagai digital native, Generasi Z memanfaatkan teknologi informasi serta media sosial sebagai arena primer untuk mengartikulasikan aspirasi, membangun kesadaran politik, dan memobilisasi dukungan terhadap isu-isu publik. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka (library research), dengan mengumpulkan data dari beragam sumber literatur ilmiah yang relevan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa partisipasi demokratis Generasi Z berevolusi melalui tiga fase utama, yakni ekspresi digital (aktivisme daring), tahap transisi (mobilisasi via crowdfunding, influencer, dan petisi digital), serta aksi nyata (partisipasi elektoral, pengawasan publik, dan gerakan sosial). Walaupun memiliki potensi signifikan dalam memperkokoh demokrasi, partisipasi digital juga dihadapkan pada tantangan seperti slacktivism, disinformasi, serta rendahnya literasi politik. Oleh karenanya, diperlukan penguatan literasi digital dan integrasi antara aktivitas daring dan luring guna memastikan partisipasi Generasi Z menghasilkan dampak yang berkelanjutan dan substansial bagi dinamika demokrasi.
Copyrights © 2026