Penelitian ini bertujuan mengkonstruksi model Pendidikan Pancasila Digital sebagai strategi rekonstruksi identitas monopluralis Generasi Z Indonesia dalam menghadapi disrupsi media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain survei cross-sectional terhadap 211 responden Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator ontologi diri dan disrupsi identitas digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya fenomena ontological dissonance, yaitu kondisi ketika individu meyakini adanya “inti diri” yang tetap, tetapi pada saat yang sama menampilkan identitas digital yang cair dan berbeda di berbagai platform media sosial. Sebanyak 74,4% responden mengaku memiliki “inti diri” yang tidak berubah, sedangkan 70,6% merasa seperti “satu orang dengan banyak wajah”. Penelitian ini menemukan bahwa nilai monopluralisme Pancasila relevan sebagai kerangka filosofis dalam menjembatani kesenjangan antara identitas inti dan ekspresi digital yang beragam melalui penguatan literasi digital dan pendidikan karakter berbasis Pancasila.
Copyrights © 2026